Hiburan

Penelitian Ungkap Berenang Efektif Kurangi Disabilitas akibat Nyeri Punggung Bawah Kronis

Penelitian membuktikan berenang efektif mengurangi disabilitas akibat nyeri punggung bawah kronis.

Kamibijak.com, Kesehatan - Berenang ternyata tidak hanya menjadi olahraga yang menyegarkan, tetapi juga terbukti mampu membantu mengurangi disabilitas akibat nyeri punggung bawah kronis. Temuan ini berasal dari penelitian terbaru di Australia yang menunjukkan bahwa program berenang terstruktur dapat meningkatkan fungsi fisik sekaligus mengurangi rasa nyeri pada penderita.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/manfaat-berenang-sejak-dini 

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine menjadi bukti ilmiah pertama yang menunjukkan bahwa berenang dapat memberikan manfaat klinis yang signifikan bagi penyandang nyeri punggung bawah kronis (chronic low back pain).

Penelitian tersebut melibatkan 76 orang dewasa berusia 26 hingga 74 tahun yang telah mengalami nyeri punggung bawah selama lebih dari 12 minggu. Seluruh peserta dibagi menjadi dua kelompok secara acak.

Kelompok pertama mengikuti program EduSwim, yakni latihan berenang yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta selama delapan minggu. Program ini dipadukan dengan edukasi mengenai cara memahami dan mengelola nyeri punggung, serta didampingi fisioterapis.

Sementara itu, kelompok kedua hanya memperoleh sesi edukasi tanpa menjalani latihan berenang.

Selama program berlangsung, intensitas latihan ditingkatkan secara bertahap hingga peserta mampu berenang selama 30 hingga 45 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu. Pendampingan fisioterapis dilakukan agar latihan tetap aman dan sesuai dengan kondisi setiap peserta.

Interm Swimming, program pembelajaran renang berbasis sekolah yang ditujukan bagi anak-anak mulai dari tingkat Pra-Sekolah (Pre-primary) hingga Kelas 7 untuk memastikan anak-anak mengembangkan keterampilan berenang serta kemampuan keselamatan di air yang sangat penting. Sumber Foto : education.wa.au

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Peserta yang mengikuti program berenang mengalami peningkatan fungsi tubuh dan penurunan tingkat disabilitas yang lebih baik dibandingkan kelompok yang hanya menerima edukasi.

Para peneliti mencatat adanya penurunan skor disabilitas rata-rata sekitar 2,5 poin atau lebih dari 30 persen dibandingkan kelompok kontrol. Secara keseluruhan, kondisi peserta yang rutin berenang juga membaik hingga sekitar 50 persen dibandingkan sebelum mengikuti program.

Selain mengurangi nyeri, berenang juga membantu meningkatkan kemampuan bergerak, kebugaran fisik, serta rasa percaya diri untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Peneliti utama, Deborah Wareham dari Spinal Pain Research Centre, Macquarie University, menjelaskan bahwa selama ini berenang sering direkomendasikan sebagai olahraga yang aman bagi penderita nyeri punggung bawah kronis. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitasnya masih sangat terbatas.

Melalui penelitian ini, tim berhasil menunjukkan bahwa berenang dapat menjadi salah satu pilihan terapi olahraga yang efektif untuk membantu mengurangi dampak disabilitas akibat nyeri punggung bawah kronis.

Pemantauan terhadap peserta juga dilakukan hingga 26 sampai 52 minggu setelah program selesai. Hasilnya menunjukkan manfaat latihan berenang masih dapat dirasakan hingga satu tahun, meskipun perbedaan antara kedua kelompok mulai berkurang karena sebagian peserta tidak lagi rutin berenang.

Beberapa peserta menghentikan latihan karena kurang menyukai aktivitas berenang atau mengalami keterbatasan akses menuju kolam renang.

Menurut Profesor Mark Hancock, salah satu peneliti senior dalam studi tersebut, air memberikan daya apung yang mampu mengurangi beban pada tubuh sehingga gerakan yang sebelumnya terasa nyeri menjadi lebih nyaman dilakukan. Kondisi ini membantu peserta meningkatkan rentang gerak, kekuatan otot, serta kebugaran jantung dan paru.

Bahkan, sebagian peserta tetap melanjutkan kebiasaan berenang setelah penelitian berakhir. Sementara peserta lainnya beralih ke jenis olahraga lain karena telah memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk kembali aktif bergerak.

Meski hasil penelitian ini menjanjikan, para peneliti tetap mengingatkan bahwa penderita nyeri punggung bawah kronis sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai program latihan. Dengan pendampingan yang tepat, berenang berpotensi menjadi salah satu pilihan terapi non-obat yang aman dan efektif untuk membantu mengurangi disabilitas serta meningkatkan kualitas hidup penderita. (Restu)

Sumber : Medical News

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.