KamiBijak.com, Hiburan – Pameran kerajinan nasional Kriyanusa 2026 yang berlangsung pada 26-30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, resmi menjadi panggung inklusif bagi teman disabilitas untuk menunjukkan karya dan potensi ekonomi secara setara. Mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", perhelatan yang dibuka oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming, ini menghadirkan 257 peserta serta 410 stan dari berbagai penjuru Nusantara. Dalam ajang berskala nasional ini, Aliansi Disabilitas Nusantara (ADN) berpartisipasi aktif dengan memamerkan produk kerajinan unggulan sekaligus menampilkan musisi dan penyanyi disabilitas sebagai pengisi acara panggung.
Keikutsertaan para pelaku usaha disabilitas ini mendapat dukungan dan fasilitasi penuh dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM guna menggeser paradigma dari bantuan sosial (charity) menuju pemberdayaan (empowerment) yang mandiri. Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM sekaligus Ketua Umum ADN, Agus Diono, menegaskan pentingnya menempatkan teman disabilitas sebagai pelaku ekonomi aktif.
Penyandang disabilitas juga bisa memiliki karya dan potensi untuk menciptakan nilai tambah, bukan sekadar diposisikan sebagai objek bantuan yang pasif. Oleh karena itu, dukungan terhadap usaha disabilitas perlu bergerak lebih jauh dari bantuan sesaat atau charity menuju penguatan kapasitas, akses pasar, jejaring usaha, kemitraan, dan peluang pengembangan bisnis,
ucap Agus.
Baca juga:
Kriya Nusa 2022 Tunjukkan Pagelaran Tari Wastra dan Tata Rias oleh Disabilitas
Salah satu produk yang mencuri perhatian pengunjung pameran adalah Mayana Ecoprint asal Ternate, Maluku Utara. Usaha kerajinan berbahan dasar wastra dan dedaunan lokal ini dirintis oleh Nurjannah, Ketua Wilayah ADN Maluku Utara, dengan melibatkan 12 pekerja kolaboratif yang terdiri dari teman disabilitas, termasuk teman tuli dan nondisabilitas. Nurjannah menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang pameran nasional ini menjadi momentum krusial untuk penguatan merek (branding) serta membuktikan kesetaraan di dunia usaha.
Sebagai pelaku usaha dengan disabilitas, ini kesempatan kita untuk melakukan branding produk dengan lebih baik. Ketika diberikan kesempatan, penyandang disabilitas bisa setara dengan orang tanpa disabilitas,
ujar Nurjannah pada Selasa (29/9/2026).
Selain di sektor kriya dan UMKM, pesan kesetaraan juga digaungkan melalui panggung seni pertunjukan oleh musisi saksofon disabilitas, Risal Assor, serta penyanyi Azalia Salwa Salsabila yang tampil memukau para pengunjung. Risal menekankan bahwa perjuangan kelompok disabilitas adalah tentang nilai kemanusiaan dan profesionalisme yang dibangun melalui pengasahan keterampilan.
Kita bukan lagi charity. Kalau mau setara, kita harus menemukan kemampuan dan keterampilan. Apa yang kita inginkan harus kita fokuskan dan dalami,
tegas Risal.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM selaku Ketua Panitia Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, turut mengapresiasi keberagaman karya perajin disabilitas yang dinilai semakin memperkaya ekosistem kriya nasional. Kehadiran ADN di Kriyanusa 2026 membuktikan bahwa dengan pembukaan akses yang setara, teman disabilitas mampu berdaya sebagai pelaku usaha, pekerja, hingga seniman yang berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi bangsa. (Fania/Magang)
Sumber: Media Indonesia
