KamiBijak.com, Disabilitas – Karya sinema dokumenter yang berjudul ‘Jalan Pulih’ berhasil mengukir prestasi mengesankan di tingkat nasional. Film ini mengangkat kisah perjuangan nyata perempuan penyandang disabilitas psikososial asal Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, serta berhasil terpilih sebagai salah satu karya terkurasi dalam ajang Djourno Fest 2026 di Jakarta.
Film Jalan Pulih terpilih sebagai salah satu karya yang dikurasi dalam Djourno Fest 2026. Sumber Foto: Dok. Istimewa
Film dokumenter ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Locomotion, PPRBM Solo, dan sutradara Wahyu Utami, dengan dukungan dari Program INKLUSI. Melalui pendekatan narasi yang emosional, film 'Jalan Pulih' hadir untuk mendobrak stigma masyarakat sekaligus menyoroti kerentanan berlapis (intersecting vulnerabilities) yang dialami perempuan disabilitas psikososial di tingkat akar rumput, mulai dari pengabaian hak, isolasi sosial, hingga risiko kekerasan berbasis gender.
Lebih dari sekadar tontonan, dokumenter ini memberikan pemahaman mendalam bahwa pemulihan bukanlah sebuah titik akhir atau kesembuhan instan. Pemulihan diposisikan sebagai sebuah proses harian yang harus terus dirawat, dipertahankan, dan didukung oleh lingkungan sekitar secara inklusif.
Koordinator Informasi, Komunikasi, dan Publikasi Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Alfitra Yossie Putrijaya, menyampaikan bahwa pencapaian pada Djourno Fest 2026 ini menjadi ruang penting untuk memperluas jangkauan suara kelompok marjinal di Indonesia.
Film ini adalah bagian dari kerja-kerja advokasi dan perjuangan kami di tingkat akar rumput, seperti di Banjarnegara, sampai ke seluruh wilayah Indonesia yang sampai saat ini masih menghadapi tingginya stigma terhadap disabilitas psikososial. Melalui film ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa pulih adalah hak dan perjalanan yang sah bagi setiap individu,
ujar Alfitra.
Ia menegaskan bahwa apresiasi ini dipersembahkan khusus bagi para perempuan disabilitas psikososial yang terus berjuang merawat pemulihannya setiap hari, serta untuk keluarga yang setia memberikan pendampingan.
Baca juga:
Bukan Hanya Menegangkan, Film Horor Ini Angkat Kisah Perempuan Disabilitas
Keberhasilan film ‘Jalan Pulih’ mengamankan penghargaan di Djourno Fest 2026 patut mendapat apresiasi tinggi. Langkah kolaboratif para sineas dan lembaga pendamping ini membuktikan bahwa karya audio-visual dapat menjadi instrumen advokasi yang sangat kuat. Melalui keberanian mengangkat isu kesehatan mental dari pelosok Banjarnegara ke panggung nasional, film ini tidak hanya memberi penghormatan atas ketangguhan para perempuan disabilitas psikososial, tetapi juga membuka ruang diskusi publik yang lebih luas agar masyarakat dan pembuat kebijakan dapat menghadirkan sistem dukungan yang lebih adil, ramah, dan berkelanjutan. (Fania/Magang)
Sumber: TIMES Indonesia
