KamiBijak.com, Berita -.Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) meluncurkan program Teman Cerita sebagai wadah konselor sebaya di lingkungan sekolah. Program ini dirancang untuk membantu mencegah berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja, mulai dari perundungan (bullying), kekerasan, seks bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.
"BuKan hanya terkait kekerasan saja, tetapi juga bullying, kekerasan, seks bebas, narkoba, kesehatan reproduksi, hingga pendewasaan usia perkawinan menjadi objek edukasi anak-anak sebaya ini," kata Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan Rizky Hamid, dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Rizky menjelaskan bahwa kanal tersebut dibentuk untuk menyediakan ruang aman bagi pelajar yang ingin menyampaikan persoalan kepada teman sebayanya yang telah mendapatkan pelatihan sebagai konselor. Melalui Teman Cerita, berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah diharapkan dapat lebih mudah teridentifikasi dan ditangani sejak dini.
Program ini diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan yang kerap dialami remaja,
ujar Rizky.
Ia menjelaskan bahwa siswa yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) akan memperoleh pembekalan mengenai keterampilan dasar dalam menerima curahan hati teman sebaya. Selain itu, mereka juga dilatih untuk mengenali berbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh siswa lain.
Baca juga:
Para Siswa Mencoba Teman Cerita (Foto: Antara)
Apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, para konselor sebaya akan mengarahkan temannya kepada layanan profesional, seperti Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) maupun fasilitas layanan kesehatan yang sesuai.
Menurut Rizky, anggota konselor sebaya dipilih dari siswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Pengurus OSIS maupun perwakilan kelas yang bersedia menjadi relawan menjadi beberapa pihak yang dapat bergabung dalam program tersebut.
Jumlah konselor sebaya di setiap sekolah tidak dibatasi. Namun, rata-rata terdapat lima hingga tujuh anggota PIK-R di masing-masing sekolah yang akan mengikuti pelatihan serta mendapatkan pendampingan secara berkala.
Pelaksanaan program Teman Cerita juga melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Pendidikan, serta Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara bertahap di sekolah-sekolah wilayah Jakarta Selatan.
Rizky menambahkan bahwa layanan Teman Cerita menggunakan sistem percakapan (chat) yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam. Dengan demikian, para pelajar dapat menyampaikan berbagai persoalan kepada konselor sebaya kapan pun dibutuhkan.
"Kita ingin memastikan anak-anak tidak curhat ke orang yang salah. Kalau memang membutuhkan penanganan lebih profesional, nanti akan disalurkan ke layanan yang sesuai," ungkap Rizky.
Melalui program Teman Cerita, Pemkot Jakarta Selatan berharap pelajar memiliki akses terhadap pendampingan awal yang aman dan mudah dijangkau. Kehadiran konselor sebaya juga diharapkan dapat mendorong deteksi dini berbagai persoalan remaja sehingga penanganan yang diperlukan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.(Athar)
Sumber: Metro TV
