5 Jurus Ampuh Orang Tua Bekali Anak Hadapi Bullying
Bekali anak hadapi bullying dengan 5 cara,membangun kepercayaan diri, dan pentingnya melapor.
KamiBijak.com, Hiburan - Isu bullying atau perundungan memang selalu jadi kekhawatiran besar, apalagi saat si kecil mulai aktif bersosialisasi di sekolah atau lingkungan bermain. Bentuknya pun macam-macam, dari ejekan yang menyakitkan, diabaikan oleh teman-teman, sampai kekerasan fisik.
Daripada terus-terusan cemas, peran kita sebagai orang tua sangat penting lho. Kita tidak hanya perlu melindungi, tapi juga harus membekali mental dan sosial mereka. Anak yang punya mental tangguh dan keterampilan sosial yang bagus pasti lebih siap menghadapi situasi sulit. Simak penjelasannya dibawah ini
- Bangun perisai kepercayaan diri yang kokoh
(foto : aku dan kau)
Percaya diri itu ibarat tameng pertama bagi anak. Kalau anak merasa yakin dengan dirinya, dia akan tampil lebih tegak dan tidak mudah goyah. Anak yang percaya diri cenderung tidak mudah jadi target para pelaku bullying.
Bagaimana cara membangunnya? Dukung terus minat dan hobi mereka! Ketika mereka merasa dihargai dan didukung, rasa percaya diri yang sehat akan tumbuh. Anak jadi lebih berani mengungkapkan pendapat dan kuat secara mental maupun sosial.
- Ajari Mereka Berani Bersuara (dan Bahasa Tubuh yang Tegas!)
Cara paling efektif melawan bullying adalah mengajarkan anak untuk bersuara. Anak harus tahu bahwa dia punya hak untuk bilang, “Stop!” atau “Jangan ganggu aku!” dengan suara yang lantang dan jelas.
Selain kata-kata, bahasa tubuh juga penting. Ajarkan mereka untuk berdiri tegak, melakukan kontak mata, dan bicara tanpa ragu. Pelaku bullying biasanya mencari korban yang terlihat lemah. Dengan sikap yang tegas, anak akan memancarkan citra yang kuat di mata orang lain.
- Latih Skill Sosial dan Cara Memilih Teman
Anak yang punya lingkungan pertemanan yang sehat cenderung lebih aman dari perundungan. Teman-teman bisa jadi pelindung dan sumber kekuatan saat situasi sulit.
Bantu anak mengembangkan keterampilan sosialnya, seperti cara memulai percakapan. Jangan lupa, ajak anak berdiskusi tentang cara memilih teman yang baik. Anak yang merasa diterima dan punya teman baik akan lebih percaya diri dan tidak merasa terisolasi.
- Beri Pemahaman Tentang Bullying dan Pentingnya Melapor
Anak perlu tahu, sebenarnya apa itu bullying? Jelaskan bahwa bullying bukan cuma kekerasan fisik, tapi juga ejekan, pengucilan, atau pelecehan. Tanamkan pada mereka: menjadi korban bullying bukanlah kesalahan mereka.
Hal terpenting: ajari anak bahwa melapor itu bukan tanda lemah, melainkan bentuk perlindungan diri. Dorong mereka untuk selalu bercerita kepada orang dewasa yang mereka percaya, baik itu guru di sekolah atau, tentu saja, Anda sebagai orang tua. Buka komunikasi agar mereka merasa aman untuk bercerita.
- Lakukan Role-Play (Simulasi) Menghadapi Pelaku Bully
Ajak anak bermain peran atau simulasi (role-play). Anda bisa menjadi si pelaku bully dan biarkan anak mempraktikkan apa yang sudah diajarkan, misalnya mengatakan, “Aku tidak suka, ya!”
Latihan ini akan membuat anak lebih siap secara mental dan tidak panik saat kejadian nyata. Role-play juga membantu anak membangun refleks sosial yang sehat, belajar mengatur emosi, dan mengambil tindakan yang tepat.
Terakhir, ingatlah, jadilah pendengar yang baik di rumah. Ciptakan suasana hangat agar anak merasa aman bercerita tanpa takut dihakimi. Dukung perasaannya, dan anak akan tumbuh dengan rasa aman dan kuat, siap menghadapi dunia luar. (Keisha/MG).
Sumber : Fimela
Video Terbaru
MOST VIEWED
