KamiBijak.com, Berita – Keterbatasan fisik maupun indra penglihatan terbukti bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus berkarya, produktif, dan membangun kemandirian hidup. Semangat juang dan kegigihan pantang menyerah ini dibuktikan secara langsung oleh Ni Kadek Cantik Karisma Dewi (28), seorang netra asal Bali yang berhasil merintis serta mengelola usaha panti pijat secara mandiri di kawasan Banjar Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Melalui bekal keterampilan pemijatan profesional yang terus diasah dengan tekun, Ni Kadek Cantik Karisma Dewi membuka pintu pelayanan jasa kebugaran bagi masyarakat luas. Tempat usaha yang ia kelola kini melayani berbagai kalangan pelanggan tanpa membeda-bedakan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Jenis layanan utama yang berfokus pada panti pijat miliknya mencakup kombinasi terapi pijat relaksasi tubuh, pemulihan kebugaran fisik, hingga perawatan kecantikan dasar.
Dalam menjalankan operasional usahanya sehari-hari, Kadek Cantik menegaskan pentingnya pendekatan personal pada setiap pelanggan. Setiap individu yang datang memiliki kondisi fisik, tingkat kelelahan, dan kebutuhan otot yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ia selalu menyesuaikan teknik, tekanan, serta ritme pemijatan agar manfaat kesehatan yang dirasakan para pelanggannya bisa didapatkan secara optimal.
Prinsip kerja keras dan profesionalisme tinggi ini menjadi landasan utama bagi Kadek Cantik untuk mematahkan berbagai pandangan miring mengenai keterbatasan indra penglihatan. Bagi dirinya, keterbatasan sensorik tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan langkah dalam mengejar impian hidup mandiri serta berdaya secara ekonomi di tengah masyarakat.
Selama saya masih mampu, saya ingin terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dari anak hingga orang dewasa. Bagi saya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mandiri,
ungkap Kadek Cantik saat menceritakan motivasi di balik ketekunannya menjalankan usaha tersebut.
Perjalanan perjuangan dan dedikasi Kadek Cantik dalam membangun usaha UMKM inklusif ini turut menarik perhatian publik hingga diangkat dalam program dialog siaran bertajuk Teras UMKM. Program perbincangan interaktif tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) DPD Bali dan disiarkan secara langsung melalui stasiun radio RRI Pro 4 Denpasar (Suara Budaya Bali). Dalam siaran tersebut, kisah perjalanan usaha Kadek Cantik dibahas secara mendalam untuk memberikan gambaran nyata mengenai potensi besar para pelaku usaha difabel.
Melalui kemajuan panti pijat yang didirikannya, Kadek Cantik menyimpan harapan besar agar usahanya dapat terus berkembang pesat, makin dikenal luas oleh masyarakat umum, serta menjangkau basis pelanggan yang lebih besar. Lebih dari sekadar kesuksesan finansial pribadi, ia berharap keberhasilannya membuka lapangan kerja dan berwirausaha dapat menjadi sumber inspirasi nyata bagi rekan-rekan sesama disabilitas netra lainnya di seluruh Indonesia.
Ia ingin agar para penyandang disabilitas tidak ragu untuk melangkah keluar, mengasah potensi bakat yang dimiliki, serta berani mengambil peluang di dunia wirausaha demi mencapai kemandirian finansial secara berkelanjutan.
Baca juga:
MTQ Nasional XXXI 40 Teman Netra Mengikuti Lomba Tilawah Al-Qur'an
Kisah inspiratif dari sosok Ni Kadek Cantik Karisma Dewi ini menjadi bukti konkret bahwa adanya aksesibilitas, pelatihan keterampilan yang tepat, serta tekad yang kuat dapat menciptakan ekosistem UMKM yang inklusif. Kehadiran usaha seperti Panti Pijat Cantika sekaligus membuktikan bahwa para penyandang disabilitas mampu menjadi penggerak ekonomi yang mandiri dan berdaya saing di tengah masyarakat. (Fania/Magang)
Sumber: RRI Denpasar
