KamiBijak.com, Hiburan – Langkah representasi nyata bagi penyandang disabilitas di panggung perfilman dunia kembali mengukir sejarah. Usai sukses memboyong piala Oscar lewat film CODA, sutradara Siân Heder kembali meluncurkan karya drama biografi terbarunya berjudul Being Heumann. Film ini secara resmi diputar sebagai pemutar pembuka dalam sesi Gala Presentations di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada Jumat (11/9/2026).
Kisah ini diadaptasi langsung dari buku memoar berjudul Being Heumann: An Unrepentant Memoir of a Disability Rights Activist karya aktivis hak disabilitas, Judith "Judy" Heumann, yang ditulis bersama Kristen Joiner. Karakter Judy Heumann dalam film ini diperankan oleh aktris Ruth Madeley.
Kisah Nyata Aksi Pendudukan Gedung Federal 1977
Film Being Heumann menyoroti peristiwa sejarah Section 504 Sit-In pada tahun 1977. Saat itu, Judy Heumann memimpin aksi pendudukan selama 28 hari di Gedung Federal San Francisco bersama ratusan aktivis penyandang disabilitas. Aksi protes ini dilakukan demi menuntut pemerintah mengesahkan Pasal 504 dalam Undang-Undang Rehabilitasi 1973 yang melarang diskriminasi terhadap penyandang disabilitas pada lembaga-lembaga yang didanai pemerintah.
Tak hanya menyoroti sosok Judy Heumann, film berdurasi 2 jam 7 menit ini juga menghadirkan ansambel karakter pendukung yang mewakili pergerakan inklusif. Salah satunya adalah keterlibatan tokoh Brad Lomax (diperankan Antwan Tolliver), seorang aktivis hak disabilitas sekaligus anggota Black Panther yang menjembatani dua gerakan sosial berbeda. Jajaran bintang Hollywood seperti Mark Ruffalo dan Dylan O’Brien turut memperkuat jajaran pemeran birokrat dan jurnalis.
Cuplikan film Being Heumann. (Foto: Apple TV)
Ulasan Kritikus dan Kehadiran Aktor Autentik
Kehadiran jajaran pemain yang didominasi oleh para aktor penyandang disabilitas dunia nyata mendapat sorotan positif dari para penonton festival. Kritikus film Richard Lawson dalam ulasannya di media The Guardian menilai bahwa keterlibatan jajaran pemeran ini memberikan energi tersendiri.
Para jajaran pemeran dalam film ini, yang mungkin merupakan ansambel aktor disabilitas terbesar yang pernah ada di layar lebar, tampil membawakan energi gerakan dengan kegembiraan yang emosional,
tulis Richard Lawson dalam ulasannya.
Meski dinilai memiliki beberapa alur dramatisasi baku, film ini dinilai berhasil menjadi pengingat penting bahwa industri film global memiliki banyak talenta penyandang disabilitas berkualitas yang patut diberi ruang kerja setara.
Baca juga:
Kreatif Merdeka Carnival 2026: Budi Sumarno dan Anggi Frisca Bedah Standard Film Inklusif
Setelah tayang perdana di TIFF 2026, film Being Heumann dijadwalkan mulai tayang terbatas di bioskop pada 6 November 2026 sebelum dirilis secara global melalui platform streaming Apple TV+ pada 13 November 2026. Kehadiran film ini diharapkan makin memperluas kesadaran publik global akan pentingnya kesetaraan hak serta fasilitas publik yang ramah bagi penyandang disabilitas. (Fania/Magang)
Sumber: The Guardian
