KamiBijak.com, Berita – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, menghadirkan ruang kompetisi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu cabang perlombaan yang menarik perhatian publik adalah kategori Tilawah Disabilitas Netra yang diselenggarakan di Studio Catwalk BBPVP Kementerian Tenaga Kerja, Semarang.
Dalam ajang tingkat nasional ini, sebanyak 40 peserta Teman Netra yang berasal dari 37 provinsi di seluruh Indonesia berkumpul untuk mengumandangkan lantunan indah ayat-ayat suci Al-Qur'an. Persaingan yang penuh dengan kehangatan ini menjadi wadah pembuktian kemampuan serta wujud kecintaan yang mendalam dari para qari dan qariah penyandang disabilitas netra terhadap seni membaca Al-Qur'an.
Di antara puluhan peserta yang tampil mengagumkan di hadapan sembilan dewan hakim, hadir Ahmad Zainuddin, seorang qari Teman Netra asal Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang. Usai melantunkan Surat Ali Imran ayat 189 pada babak penyisihan, Zainuddin menegaskan bahwa motivasi utamanya mengikuti ajang nasional ini bukan semata-mata untuk mengejar posisi juara.
Bukan niat cari juara, saya niatnya untuk mempelajari tilawah Al-Qur'an itu lebih dalam,
ujar qari Teman Netra asal Kota Semarang tersebut.
Bagi Zainuddin, Al-Qur'an bukan sekadar bacaan, sebab ayat-ayat kalamullah memberinya ketenangan kalbu. Ia mengaku sangat bersyukur bisa berada di tengah-tengah orang yang memiliki semangat serupa.
Alhamdulillah, ini pengalaman yang saya rasakan memang sangat nikmat banget, berkumpul dengan ahlul Qur'an. Teman-teman yang sefrekuensi,
paparnya.
Ahmad Zainuddin, qari disabilitas netra asal Kota Semarang. (Foto: Disway Jateng)
Semangat yang tidak kalah luar biasa juga ditunjukkan oleh Siti Nurjanah, seorang qariah Teman Netra asal Provinsi Kalimantan Timur. Siti menyampaikan bahwa dirinya telah menjalani latihan intensif bersama sang pelatih sebanyak dua kali sehari selama sembilan bulan demi memberikan penampilan terbaik.
Saya dengan pelatih berlatih dua kali dalam satu hari, selama sembilan bulan itu. Harapannya ya bisa mendapat juara satu, karena di ajang tahun lalu mendapat juara harapan satu,
ungkap qariah Teman Netra asal Kalimantan Timur tersebut.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) Majelis 3 Tartil dan Tilawah Disabilitas Netra, Mohammad Asyiq, menjelaskan bahwa babak penyisihan berlangsung dari hari Minggu hingga Kamis (17/9/2026), sedangkan babak final akan dilaksanakan pada hari Jumat (18/9/2026). Seluruh peserta Teman Netra melantunkan ayat suci Al-Qur'an baik menggunakan ingatan hafalan maupun membaca mushaf Al-Qur'an Braille. Teknis penentuan materi penampilannya pun dilakukan secara mendadak.
Hari ini penyisihan dan final pada Jumat. Untuk materi itu satu jam sebelum tampil baru peserta mendapatkan, demikian pula urutan tampil. Mereka kemudian harus membaca, baik itu hafalan atau dengan Al-Qur'an Braille, di depan sembilan dewan hakim,
kata panitia penyelenggara ajang MTQ tersebut.
Ajang MTQ khusus bagi penyandang disabilitas ini terus memperkuat ruang inklusivitas dan bentuk apresiasi terhadap bakat luar biasa Teman Netra di bidang keagamaan secara nasional.
Baca juga:
Lewat Kompetisi MTQ Disabilitas, MDI Berhasil Raih Guinness World Records
Melalui terselenggaranya cabang lomba tilawah khusus ini, MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan seni Al-Qur'an semata, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan penglihatan bukanlah suatu hambatan untuk terus belajar, mengukir prestasi, serta menyiarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat luas. (Fania/Magang)
Sumber: RRI
