KamiBijak.com, Berita – RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan ramah disabilitas. Sebagai langkah nyata mewujudkan hal tersebut, manajemen rumah sakit menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) berupa Pelatihan Bahasa Isyarat Dasar bagi para tenaga kesehatan dan petugas garda terdepan di Auditorium Lantai 4 Ruang Tulip RSUD Dr. Harjono Ponorogo, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 50 karyawan lini pelayanan ini bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB)-B Pertiwi Ponorogo sebagai mitra strategis dan narasumber. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para petugas kesehatan dengan keterampilan komunikasi yang ramah, khususnya saat memberikan pelayanan medis bagi Teman Tuli dan pasien penyandang disabilitas lainnya.
Plt Direktur RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo, dr. Made Jeren, Sp.THT, menyampaikan bahwa materi yang diberikan dalam pelatihan bahasa isyarat dasar ini sangat penting untuk mendongkrak kualitas pelayanan rumah sakit.
Apa yang disampaikan dalam in house training ini tentunya sangat berguna dan bermanfaat bagi RSUD Dr. Harjono dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,
ujar dr. Made Jeren.
Plt Direktur RSUD Dr Harjono Ponorogo dr Made Jaren saat membuka In House Training pelatihan bahasa isyarat dasar di Auditorium Lantai 4 Ruang Tulip RSUD Dr Harjono. (Foto: jatimnesia)
Sementara itu, Kabid Humas RSUD Dr. Harjono, Sugianto, menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat merupakan kebutuhan mendesak bagi fasilitas kesehatan milik pemerintah. Menurutnya, rumah sakit harus mampu beradaptasi serta memenuhi hak-hak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali agar pelayanan dapat diberikan secara menyeluruh.
Sehingga, kami harus meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan teman-teman disabilitas agar hak-hak mereka tetap terpenuhi,
jelas Sugianto.
Dalam sesi pelatihan tersebut, para peserta dibekali teori serta praktik langsung mengenai komunikasi efektif, ekspresi wajah, gestur tubuh, hingga kosakata dasar bahasa isyarat yang kerap dipakai dalam konteks pelayanan medis sehari-hari.
Mita Devi Puspita, salah satu peserta IHT, menyambut baik inisiatif pelatihan ini. Menurutnya, bekal keterampilan komunikasi isyarat sangat berguna bagi petugas medis saat berhadapan langsung dengan pasien di lapangan.
Dengan adanya pelatihan ini, kita yang ada di pelayanan menjadi memiliki bekal dalam melayani pasien, utamanya pasien disabilitas, sehingga bisa terlayani dengan baik dan setara,
ungkap Mita.
Sugianto menambahkan bahwa RSUD Dr. Harjono Ponorogo berencana terus meningkatkan fasilitas sarana prasarana serta kompetensi SDM secara berkesinambungan agar standar pelayanan bagi pasien disabilitas setara dengan pasien lainnya. Selain fokus pelayanan medis, ia juga menyinggung pentingnya memberikan kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas di sektor publik karena mereka memiliki etos kerja dan fokus yang sangat baik.
Baca juga:
RSUD Baru di Kubu Raya Ramah Disabilitas! Bisa Tangani Stroke hingga Jantung
Melalui pelatihan bahasa isyarat ini, RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo berharap dapat terus membangun lingkungan pelayanan kesehatan yang mengedepankan kesetaraan, empati, serta pemenuhan hak-hak seluruh warga negara secara inklusif. (Fania/Magang)
Sumber: RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo
