Berita

Kemendikdasmen Bekali Pendidik dengan Al-Qur’an Bahasa Isyarat untuk Kelas Inklusif

Kemendikdasmen membekali para pendidik Al-Qur’an Bahasa Isyarat guna memperkuat pendidikan inklusif.

KamiBijak.com, Disabilitas – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang setara dan ramah disabilitas. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Training of Trainers (TOT) Al-Qur'an Bahasa Isyarat Batch 3 yang ditujukan khusus bagi para tenaga pendidik.

Kegiatan strategis ini terlaksana berkat kolaborasi antara Kemendikdasmen, Masjid Baitut Tholibin, dan Baitul Maal Muamalat. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para guru dengan keterampilan metodologi pengajaran Al-Qur'an berbasis bahasa isyarat guna memperkuat kualitas pendidikan inklusif bagi peserta didik disabilitas rungu di seluruh Indonesia.

Momen acara pelatihan Al-Qur'an Bahasa Isyarat bagi para pendidik yang digelar oleh Kemendikdasmen. Sumber Foto: Doc. Kemendikdasmen

Selama dua hari intensif, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman materi secara teoretis, tetapi juga diajak melakukan praktik mengajar (microteaching) secara langsung. Pembekalan komprehensif ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri serta kompetensi para pendidik dalam menyampaikan literasi keagamaan yang dapat dipahami dengan mudah oleh siswa Tuli, baik di lingkungan sekolah formal maupun komunitas belajar.

Selama ini, keterbatasan jumlah pengajar yang menguasai metode Al-Qur'an Isyarat kerap menjadi kendala utama bagi peserta didik disabilitas rungu untuk mendalami Kitab Suci. Oleh karena itu, ketersediaan pendidik yang kompeten dan tersertifikasi dipandang sebagai krusial agar proses bimbingan keagamaan di kelas inklusif dapat berjalan secara berkelanjutan dan kontekstual.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menegaskan bahwa pemenuhan hak pendidikan agama bagi teman Tuli memerlukan perhatian khusus serta sinergi yang berkesinambungan. Menurutnya, pelatihan ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pendidikan khusus yang adil dan merata.

Penyelenggaraan pelatihan ini adalah komitmen nyata pemerintah dalam menghadirkan pendidikan khusus yang berkeadilan. Pemenuhan hak belajar bagi teman Tuli tentu membutuhkan perhatian mendalam serta kolaborasi nyata dari berbagai pihak,

tegas Mariman Darto.

Guna memperluas daya jangkau dan dampak program, Kemendikdasmen juga menjalin kemitraan dengan Yayasan Wakaf Salman serta Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen VPKPLK). Sebagai keberlanjutan program, pemerintah berencana menggelar pelatihan serupa pada momentum Hari Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional mendatang.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen VPKPLK, Suparto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan TOT Al-Qur'an Bahasa Isyarat ini merupakan wujud nyata implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Payung hukum tersebut secara tegas menjamin hak setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, untuk memperoleh akses pendidikan berkualitas serta pembinaan karakter melalui kebiasaan beribadah.

Baca Juga: https://kamibijak.merahputih.com/v/penyandang-disabilitas-masih-kesulitan-mendapat-informasi-pendidikan-inklusif

Melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik secara bertahap ini, Kemendikdasmen berharap seluruh peserta didik disabilitas rungu di Indonesia dapat mengenyam bimbingan keagamaan yang memadai, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. (Fania/Magang)

Sumber: Kemendikdasmen

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.