Berita

Grattan Institute: Reformasi Pasar Kerja Dapat Tingkatkan Peluang Kerja Penyandang Disabilitas

Grattan Institute mendorong reformasi pasar kerja agar lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Kamibijak.com, Disabilitas - Lembaga riset kebijakan publik Australia, Grattan Institute, menyerukan reformasi besar terhadap sistem ketenagakerjaan penyandang disabilitas. Menurut laporan terbaru mereka, investasi pemerintah yang lebih terarah dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.

Laporan berjudul Opening Doors: Better Jobs and Fairer Wages for Disabled Workers mengungkap bahwa penyandang disabilitas, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan intensif, masih menghadapi kesenjangan besar di dunia kerja. Tingkat partisipasi kerja kelompok ini hanya sekitar 34 persen, jauh tertinggal dibandingkan masyarakat tanpa disabilitas yang mencapai 82 persen.

Selain sulit memperoleh pekerjaan, sebagian penyandang disabilitas juga masih menerima upah di bawah standar minimum melalui Supported Wage System (SWS). Dalam skema tersebut, pekerja dapat menerima bayaran mulai dari 3,31 dolar Australia per jam, tergantung hasil penilaian produktivitas kerja.

Sistem Dinilai Belum Terintegrasi

Grattan Institute menilai layanan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas di Australia masih berjalan secara terpisah. Dua program utama pemerintah, yaitu Inclusive Employment Australia (IEA) dan National Disability Insurance Scheme (NDIS), belum memiliki koordinasi yang kuat sehingga banyak pencari kerja penyandang disabilitas tidak memperoleh dukungan yang sesuai.

Akibatnya, sebagian penyandang disabilitas memilih keluar dari pasar kerja atau hanya mengikuti program kegiatan harian tanpa memperoleh kesempatan bekerja di lingkungan kerja terbuka. Sebagian lainnya tetap bekerja di tempat kerja terlindungi (sheltered employment) dengan penghasilan yang relatif rendah.

Menurut Grattan Institute, kondisi tersebut tidak sejalan dengan tujuan menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan setara bagi seluruh warga negara.

Lingkungan kerja inklusif yang menunjukkan kolaborasi antara pekerja penyandang disabilitas dan rekan kerja di perusahaan umum. Sumber Foto : brighthr.

 

Fokus pada Pekerjaan di Pasar Kerja Terbuka

Laporan tersebut merekomendasikan agar pemerintah memprioritaskan penempatan penyandang disabilitas di pasar kerja terbuka, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan dukungan tinggi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah disarankan menerapkan pendekatan "place and train", yaitu menempatkan seseorang terlebih dahulu di tempat kerja sebelum memberikan pelatihan sesuai kebutuhan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan memberikan pelatihan dalam waktu lama sebelum memasuki dunia kerja.

Selain itu, Grattan Institute juga mendorong peningkatan layanan pencocokan pekerjaan, penyesuaian lingkungan kerja, serta memperkuat transisi dari pendidikan menuju dunia kerja.

Perusahaan Diminta Lebih Transparan

Tidak hanya pemerintah, dunia usaha juga dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Grattan Institute mengusulkan agar perusahaan-perusahaan besar diwajibkan melaporkan jumlah pekerja penyandang disabilitas yang mereka pekerjakan, termasuk informasi mengenai pekerja yang masih menerima upah di bawah standar minimum.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus mendorong perusahaan menyediakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan aksesibel.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/jepang-perluas-program-dukungan-kerja-penyandang-disabilitas-netralitas-jadi-sorotan 

Reformasi Dinilai Menguntungkan Negara

Direktur Program Disabilitas Grattan Institute, Sam Bennett, mengatakan Australia memiliki peluang untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih adil tanpa meninggalkan penyandang disabilitas.

Ia menilai reformasi memang membutuhkan investasi pada tahap awal. Namun, dalam jangka panjang pemerintah diperkirakan akan memperoleh manfaat melalui berkurangnya ketergantungan terhadap bantuan sosial, meningkatnya jumlah masyarakat yang bekerja, serta bertambahnya penerimaan pajak.

Grattan Institute memperkirakan manfaat ekonomi dari reformasi tersebut dapat mulai dirasakan dalam waktu sekitar 10 tahun.

Rekomendasi Utama

Dalam laporannya, Grattan Institute mengajukan beberapa rekomendasi penting, antara lain:

  • Memprioritaskan pekerjaan di pasar kerja terbuka bagi penyandang disabilitas.
  • Memperluas kesempatan kerja di perusahaan umum.
  • Mendukung berkembangnya Disability Social Enterprises yang mampu memberikan pekerjaan berupah layak.
  • Mengurangi secara bertahap praktik pembayaran upah di bawah standar minimum.
  • Mereformasi sistem dukungan kerja agar lebih terintegrasi antara pemerintah, penyedia layanan, dan dunia usaha.

Grattan Institute menegaskan bahwa reformasi sistem ketenagakerjaan bukan hanya akan meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi Australia. Dengan kebijakan yang tepat, lebih banyak penyandang disabilitas dapat bekerja secara mandiri, memperoleh penghasilan yang layak, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (Restu)

Sumber : PS News

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.