Hiburan

Euphorbia Resinifera, Tanaman dengan Sensasi Lebih Pedas dari Cabai Ekstrem

Tanaman Euphorbia Resinifera punya zat lebih pedas dari cabai hingga miliaran Scoville unit

KamiBijak.com, Hiburan - Selama ini, cabai kerap dianggap sebagai lambang rasa pedas yang sangat kuat. Namun demikian, terdapat tanaman lain yang tingkat sensasi “pedasnya” jauh lebih tinggi hingga membuat cabai terasa tidak seberapa. Tanaman tersebut adalah Euphorbia resinifera, yakni jenis sukulen yang bentuknya menyerupai kaktus dan tumbuh di kawasan Afrika Utara.

 

Tidak seperti cabai yang memunculkan rasa pedas melalui kandungan kapsaisin, Euphorbia resinifera memiliki senyawa bernama Resiniferatoxin. Zat alami ini dikenal sebagai salah satu pemicu rasa sakit paling kuat yang ada di dunia, sebagaimana dikutip dari Odditycentral pada Rabu (8/4/2026).

 

Sebagai gambaran, cabai dengan tingkat kepedasan tertinggi seperti Carolina Reaper berada di kisaran 2,6 juta unit dalam Skala Scoville. Sementara itu, kapsaisin murni yang menjadi komponen utama cabai dapat mencapai sekitar 16 juta unit. Akan tetapi, resiniferatoxin melampaui angka tersebut secara signifikan. Senyawa ini tercatat memiliki tingkat “kepedasan” hingga sekitar 16 miliar unit Scoville, atau kira-kira 1.000 kali lebih kuat dibandingkan kapsaisin. Dengan demikian, dalam jumlah yang sangat kecil pun, dampaknya terhadap tubuh manusia bisa sangat luar biasa.

 

Berbeda dari sensasi pedas biasa pada makanan, resiniferatoxin bertindak sebagai zat iritan yang sangat kuat dan memicu rasa nyeri hebat. Senyawa ini bekerja dengan mengaktifkan reseptor nyeri yang disebut TRPV1 receptor, yaitu reseptor yang juga merespons panas dan kapsaisin. Perbedaannya terletak pada intensitas ikatan terhadap reseptor tersebut. Jika kapsaisin hanya menstimulasi sementara, resiniferatoxin berikatan jauh lebih kuat sehingga memicu masuknya ion kalsium secara berlebihan ke dalam sel saraf. Kondisi ini pada akhirnya dapat merusak bahkan menonaktifkan ujung saraf tersebut.

 

Dampaknya, paparan terhadap zat ini tidak hanya menimbulkan sensasi terbakar, tetapi juga berpotensi menyebabkan cedera kimia yang serius serta kerusakan permanen pada sistem saraf sensorik.

 

Pandangan Ilmuwan Mengenai Fungsi Senyawa Ini

 

Para peneliti menilai bahwa kemampuan ekstrem tersebut merupakan bagian dari mekanisme perlindungan alami tanaman. Dengan menghasilkan senyawa yang sangat menyakitkan, Euphorbia resinifera effectively mencegah hewan herbivora mendekat dan memakannya.

 

Walaupun kerap dianggap sebagai “cabai super”, resiniferatoxin bukanlah zat yang aman untuk dikonsumsi. Dalam bidang ilmiah, senyawa ini justru lebih banyak diteliti karena potensinya dalam dunia medis, terutama untuk pengembangan terapi penghilang rasa sakit tingkat tinggi dengan penggunaan dosis yang sangat terkontrol.

 

Dengan tingkat “kepedasan” yang melampaui batas konsumsi manusia, Euphorbia resinifera memperlihatkan bahwa sensasi pedas di alam tidak hanya berkaitan dengan rasa, melainkan juga dapat berfungsi sebagai sistem pertahanan yang sangat kuat. Oleh karena itu, fenomena ini menunjukkan betapa beragam dan ekstremnya mekanisme perlindungan yang dimiliki makhluk hidup, sekaligus membuka peluang penelitian lebih lanjut dalam pemanfaatan senyawa alami untuk kepentingan kesehatan manusia.(Athar/Magang)

 

Sumber: Liputan 6

Athar Zahran
Menulis artikel, mengedit, dan mendesain cover untuk dibagikan melalui website maupun platform media sosial KamiBijak. Menulis artikel bersifat topik umum, namun kebanyakan hiburan seperti trivia dan berita ringan.