Berita

300 Karyawan Asia Plaza Belajar Bahasa Isyarat, Perkuat Layanan Inklusif bagi Disabilitas

Karyawan Asia Plaza terima pemahaman bagaimana cara memahami dan melayani pelanggan disabilitas.

KamiBijak.com, Berita - Sejumlah 300 karyawan Asia Plaza Kota Tasikmalaya, baru saja mendapatkan pemahaman bagaimana cara melayani disabilitas dengan baik. Setiap karyawan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan bahasa isyarat dari Pegiat Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas), di pusat perbelanjaan setempat.

Asia Plaza sendiri sebenarnya sudah memiliki berbagai fasilitas bagi disabilitas, mulai dari akses jalur bagi kursi roda, kursi roda, hingga toilet khusus disabilitas. Meski memiliki kelengkapan tersebut, namun kemampuan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas masih minim.

Maka dari itu, pihak Manajemen lantas menggandeng Papeditas untuk mengedukasi karyawan dengan pengetahuan akan bahasa isyarat. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan kemampuan berkomunikasi karyawan tidak hanya ramah, namun juga mampu berkomunikasi dengan semua orang tanpa kecuali, termasuk dengan mereka para pengguna bahasa isyarat.

Baca juga:
Netflix Hadirkan Juru Bahasa Isyarat pada 73 Tayangan Anak dan Keluarga

Chief HRD Mall Asia Plaza, Bonny Hastuti Yuniasih, menjelaskan bahwa saat ini sebagai pusat perbelanjaan modern tidak cukup jika hanya menghadirkan bangunan yang aksesibel. Pelayanan terbaik yang dilihat dari sisi manusianya juga harus inklusif.

Tentunya kami harus memberikan layanan terbaik bagi seluruh pengunjung, termasuk kaum disabilitas. Secara fisik aksesibilitas di mall sudah memadai dengan tersedianya kursi roda, toilet disabilitas, hingga fasilitas bagi tuna daksa. Namun di balik itu, SDM kami seperti pramuniaga, kasir, Spg, Spb, maupun satuan pengamanan belum semuanya mahir menggunakan bahasa isyarat ketika melayani pengunjung berkebutuhan khusus. Ini menjadi komitmen Asia Plaza untuk menghadirkan ruang publik yang ramah dan mudah diakses,

ujar Bonny, Selasa 4 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, untuk menjalankan peningkatan kapasitas ini tentunya tidak dapat dilakukan hanya dengan satu kali pelatihan. Apalagi, jumlah sumber daya manusia yang ada di Asia Plaza cukup besar.

Karena SDM kami banyak sekali, edukasi ini akan dibagi dalam beberapa season agar seluruh karyawan bisa mengikuti pelatihan yang diberikan Papeditas. Insya Allah hari Kamis nanti kami lanjutkan dengan tim supermarket,

katanya.

Sementara itu bagian Operational Manager Mall Asia Plaza, Roni Apriliansyah yang turut hadir saat acara, juga menilai kualitas pelayanan yang diberikan kepada penyandang disabilitas harus terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak kelompok rentan.

Menurutnya, setiap pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan pasti memiliki latar belakang yang beragam. Karena itu, setiap karyawan sangat perlu dibekali dengan kemampuan memahami kebutuhan pelanggan, termasuk mereka yang mengalami hambatan pendengaran maupun komunikasi.

Dihadapan ratusan peserta yang ada, para fasilitator Papeditas tidak hanya mengajarkan alfabet bahasa isyarat, tetapi juga mengedukasi soal etika sederhana saat berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Mereka bahkan memperagakan bagaimana cara menyapa, meminta izin sebelum membantu pengguna kursi roda, hingga cukup pentingnya menjaga kontak mata ketika berkomunikasi dengan penyandang tuli.

Sementara itu Pembina Papeditas, Harniawan Obech, secara bangga menyampaikan apresiasi kepada manajemen Asia Plaza yang mau membuka ruang kolaborasi bersama komunitas disabilitas. Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam menciptakan kota yang lebih ramah bagi semua warganya.

Terima kasih kepada manajemen Asia Plaza atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada Papeditas. Di Kota Tasikmalaya terdapat sekitar 2.200 penyandang disabilitas yang tentu memerlukan perhatian bersama. Ketika pusat perbelanjaan mulai membangun pelayanan yang inklusif, masyarakat penyandang disabilitas akan merasa lebih dihargai dan lebih percaya diri mengakses ruang publik,

ujar Harniawan.

(Irene)

Sumber: rri.co.id

Irene Nathania Setyanto
Content writer dengan fokus pada isu disabilitas, tips kesehatan, dan berita terkini. Mengutamakan akurasi, sudut pandang yang relevan, serta gaya penulisan yang ringan agar informasi dapat dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara.