KamiBijak.com, Berita - Penyandang disabilitas pasti punya tantangan tersendiri dalam menghadapi situasi darurat, terutama saat terjadi bencana alam. Hal ini disampaikan langsung oleh Husnul Hadi, seorang penyandang disabilitas yang kini tengah menempuh pendidikan di Universitas 45 Mataram, saat diundang menjadi narasumber dalam acara Dialog Kentongan di Pro 1 RRI Mataram, Selasa (4/11/2025).
Dalam dialog tersebut, Husnul berbagi pengalamannya saat ia menghadapi bencana gempa bumi Lombok tahun 2018. Ia berasal dari Kabupaten Lombok Utara, wilayah yang menjadi episentrum gempa berkekuatan 6,9 SR kala itu. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami betapa pentingnya kesiapsiagaan bagi penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana.
“Sebagai penyandang disabilitas, kita perlu benar-benar mengenal lingkungan sekitar. Salah satunya dengan menghafal jalur evakuasi atau tempat berlindung terdekat, agar bisa bergerak cepat ketika bencana terjadi,” ujar Husnul.
Selain itu, ia juga menekankan tentang pentingnya menyiapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan darurat, obat-obatan, alat bantu pribadi, serta surat-surat penting. “Tas siaga ini bisa sangat membantu ketika kita harus segera mengungsi,” tambahnya.
Husnul juga menyebutkan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan oleh penyandang disabilitas ketika harus menghadapi situasi darurat. “Peran keluarga, tetangga, dan masyarakat sangat besar. Kepedulian mereka bisa menentukan keselamatan kita saat bencana datang,” katanya.
Melalui pengalamannya, Husnul berharap banyak masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya inklusi dalam penanggulangan bencana, sehingga penyandang disabilitas dapat merasa aman, tangguh, dan tidak tertinggal dalam situasi darurat. (Irene)
Sumber: rri.co.id
