Hiburan

Mengapa Timor Leste Gunakan Dolar AS? Ini Sejarah Pergantian Mata Uang Resminya

Timor Leste memilih Dolar AS sebagai mata uang resmi demi menjaga stabilitas ekonomi pascakemerdekaan.

KamiBijak.com, Hiburan - Timor Leste menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang tidak menggunakan mata uang nasional sebagai alat pembayaran utama. Alih-alih mencetak mata uang sendiri, negara tersebut menetapkan Dolar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang resminya. Kebijakan ini kerap memunculkan pertanyaan, mengingat Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia dan selama bertahun-tahun menggunakan rupiah dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Lalu, apa yang melatarbelakangi keputusan Timor Leste memilih Dolar AS sebagai mata uang resmi negaranya?

 

Perjalanan Mata Uang Timor Leste

Ilustrasi Dollar AS (Foto: Canva)

Sejarah penggunaan mata uang di Timor Leste mengalami beberapa perubahan seiring pergantian pemerintahan dan dinamika politik yang terjadi di wilayah tersebut.

Baca juga:

Jika Rupiah Terus Melemah, Apa Dampaknya bagi Penyandang Disabilitas?

Pada masa berada di bawah kekuasaan Portugal, masyarakat Timor Leste menggunakan Escudo Portugis sebagai alat pembayaran. Setelah wilayah itu bergabung dengan Indonesia pada 1976, rupiah kemudian menjadi mata uang resmi yang dipakai dalam seluruh aktivitas ekonomi.

Ketika berhasil memperoleh kemerdekaan, Timor Leste dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun fondasi ekonomi dan sistem keuangan nasional. Demi menjaga stabilitas pada masa transisi, pemerintah memutuskan menggunakan Dolar AS sebagai mata uang resmi negara.

Mengacu pada informasi yang dilansir Traveloka, kebijakan tersebut ditetapkan melalui Regulation 2000/7 yang mulai diberlakukan pada 4 Januari 2000. Regulasi tersebut menetapkan Dolar AS sebagai alat pembayaran resmi yang digunakan dalam seluruh transaksi pemerintahan maupun kegiatan ekonomi di Timor Leste.

Keputusan memilih Dolar AS didasarkan pada pertimbangan menjaga kestabilan nilai tukar sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap perekonomian Timor Leste. Pemerintah saat itu menilai penggunaan mata uang tersebut dapat memperkuat iklim investasi serta mempermudah hubungan perdagangan dengan berbagai negara.

Meski Dolar AS telah ditetapkan sebagai mata uang resmi, pada masa-masa awal setelah kemerdekaan masyarakat masih menggunakan sejumlah mata uang lain dalam transaksi tertentu. Rupiah, Dolar Australia, hingga Baht Thailand masih cukup sering dipakai, terutama di kawasan perbatasan yang memiliki aktivitas perdagangan lintas negara.Athar/Magang)

 

Sumber: Metro TV

Athar Zahran
Menulis artikel, mengedit, dan mendesain cover untuk dibagikan melalui website maupun platform media sosial KamiBijak. Menulis artikel bersifat topik umum, namun kebanyakan hiburan seperti trivia dan berita ringan.