Kamibijak.com, Kuliner- Buah kurma dan butter dikenal sebagai kombinasi makanan sehat yang populer sejak zaman kuno di kawasan Timur Tengah, terutama saat berbuka puasa. Kombinasi ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cara makan yang dinilai memberi manfaat kesehatan tertentu jika dikonsumsi dengan benar di momen yang tepat, seperti buka puasa atau sahur.
Kurma sendiri adalah buah yang sudah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu di wilayah Mesopotamia (sekarang Irak modern), dan menjadi makanan pokok di Timur Tengah serta Afrika Utara. Buah ini menjadi simbol kemakmuran karena dapat bertahan di iklim gurun yang ekstrim dan menyediakan energi tinggi.
Selain itu, menurut pakar kesehatan dr. Zaidul Akbar melalui konten media sosialnya, makan kurma dan butter (serta kadang kacang almond) adalah kombinasi yang baik untuk membantu menstabilkan gula darah setelah puasa. Kurma dengan kandungan glukosa alaminya memberikan energi padat, sedangkan lemak dari butter membantu memperlambat lonjakan gula yang sering terjadi setelah makan sesuatu yang manis.
Penggunaan butter dalam kombinasi ini juga bukan hal baru. Di beberapa tradisi kuliner lama, lemak seperti butter atau ghee (clarified butter) sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara sebagai sumber lemak hewani yang mudah didapat dari susu kambing, domba, atau sapi.
Secara historis, cara menikmati kurma dan butter ini bukan sekadar soal santapan manis saja, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya makan masyarakat kuno. Tradisi ini tercatat populer di berbagai peradaban seperti Mesir kuno dan Persia, di mana kurma menjadi hidangan penting dalam kesempatan khusus maupun saat kebutuhan energi tinggi.
Satu porsi kurma saja sudah menyediakan asupan energi yang signifikan karena kandungan karbohidratnya yang tinggi, sekaligus serat yang membantu pencernaan. Jumlah serat yang cukup tinggi dalam kurma juga dapat membantu meringankan sembelit dan mendukung kesehatan usus, terutama setelah waktu puasa panjang.
Butter, yang menjadi pasangan kurma dalam sajian tradisional ini, menyumbang lemak sehat yang berperan dalam menjaga kesehatan usus dan memberikan vitamin A serta D yang mendukung kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh. Kombinasi kurma dan butter yang tepat juga memberikan rasa lebih gurih sehingga cocok dinikmati setelah menahan lapar sepanjang hari.
Namun perlu diingat bahwa kurma dan butter juga memiliki kalori yang cukup tinggi, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Beberapa ahli kesehatan menganjurkan menikmati kombinasi ini dalam porsi yang moderat agar tetap memberikan manfaat tanpa berlebihan.
Beberapa praktisi menyarankan mengkonsumsi sekitar tiga buah kurma dengan sedikit butter sudah cukup untuk mengembalikan energi setelah puasa tanpa memicu lonjakan gula yang drastis, meskipun tinjauan ilmiah lebih lanjut masih diperlukan.
Secara keseluruhan, tradisi menikmati kurma dan butter ala Timur Tengah yang telah eksis sejak zaman kuno tidak hanya mencerminkan kelezatan, tetapi juga kebijaksanaan budaya makanan yang memadukan nutrisi, sejarah, dan nilai energi — sesuatu yang tetap relevan untuk kebutuhan tubuh saat rutinitas puasa atau aktivitas berat sehari-hari.
kumparan (Sindi/ PKL)
Sumber: Kumparan
