KamiBijak.com, Inklusi – Kehadiran lembaga pendidikan inklusif terus menjadi angin segar bagi pengembangan potensi para remaja berkebutuhan khusus di Indonesia. Untuk meninjau langsung kesiapan pelatihan kemandirian tersebut, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan ke London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (16/8/2026). Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah dalam mendorong penguatan pendidikan vokasi disabilitas Bekasi.
Dalam kunjungannya ke kampus yang berlokasi di area LSPR Transpark Bekasi tersebut, Fatma mengapresiasi kurikulum pelatihan praktis yang tidak hanya fokus pada materi kelas, tetapi juga membekali siswa untuk siap menghadapi dunia kerja. Penampilan bakat para peserta didik menjadi pembuktian bahwa keterbatasan fisik maupun sensorik bukan menjadi penghalang untuk berkarya.
Guna mengoptimalkan minat anak-anak berkebutuhan khusus, kehadiran program lsba bekasi pendidikan vokasi disabilitas menyediakan empat bidang keterampilan utama, yaitu Tata Boga, Kriya, Administrasi Perkantoran, serta Digital Desain dan Cetak. Seluruh peserta didik yang merupakan lulusan tingkat SMA atau sederajat menjalani masa studi selama enam semester yang kemudian dilanjutkan dengan dua semester pelatihan kerja atau magang.
Melihat penampilan anak-anak kita tadi, hati saya sangat tersentuh. Mereka membuktikan bahwa di balik keterbatasan ada talenta luar biasa yang mekarnya hanya butuh satu hal: kesempatan,
ujar Fatma Saifullah Yusuf.
Lebih lanjut, Fatma menekankan bahwa kebutuhan pendidikan lanjutan bagi remaja disabilitas harus diarahkan pada peningkatan keterampilan praktis, rasa percaya diri, interaksi sosial, serta kesiapan mandiri. Kunjungan dari pihak dwp kemensos lsba bekasi ini juga menggarisbawahi peran krusial para orang tua sebagai pendamping utama yang memberikan dorongan moral dan kasih sayang sepanjang proses tumbuh kembang anak.
Baca juga:
164 Siswa Disabilitas Kunjungi Istana, Bukti Semua Anak Indonesia Berhak Bermimpi Besar
Apresiasi juga diberikan kepada jajaran pimpinan LSPR Institute dan LSBA yang konsisten membangun ekosistem pembelajaran inklusif di Indonesia. Fasilitas penunjang seperti Laboratorium Tata Boga, Sablon, dan Kriya disiapkan untuk menampung kapasitas hingga 70 peserta didik per angkatan setelah melewati tahap asesmen awal.
Peninjauan yang dilakukan oleh sosok fatma saifullah yusuf kemensos ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Keberadaan sekolah vokasi disabilitas lsba diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi para lulusannya untuk berkontribusi secara mandiri di tengah masyarakat.
(Irene)
Sumber: Antara Jambi
