Kamibijak.com, Berita - Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) khusus penyandang disabilitas yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2026.
Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas, termasuk dalam bidang olahraga. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah untuk menunjukkan potensi dan kemampuan para atlet disabilitas di Indonesia.
Wakil Menteri HAM menegaskan bahwa pemerintah akan ikut berperan dalam memfasilitasi dan menyukseskan kegiatan tersebut. Selain itu, dukungan juga akan digalang dari berbagai sektor, baik pemerintah maupun swasta, agar penyelenggaraan berjalan optimal.
Agenda olahraga ini dijadwalkan berlangsung di Kupang, NTT, pada 13 hingga 17 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas), yang dikhususkan bagi atlet dengan disabilitas intelektual.
Selain menjadi ajang kompetisi nasional, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan atlet. Para peserta yang berprestasi nantinya berkesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional, seperti Special Olympics World Summer Games.
Pemerintah juga menekankan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang, termasuk di bidang olahraga.
Lebih lanjut, penyelenggaraan PON khusus disabilitas ini juga mencerminkan perubahan paradigma dalam melihat penyandang disabilitas, dari pendekatan belas kasihan menjadi pendekatan berbasis hak asasi manusia. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin kesetaraan bagi semua warga negara.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan ajang ini dapat berjalan sukses dan menjadi momentum penting dalam mendorong inklusivitas serta meningkatkan kepercayaan diri para atlet disabilitas di Indonesia. (Sindi/ PKL)
Sumber: Tempo
