Kamibijak.com, Disabilitas - Bagi banyak orang, liburan menjadi momen untuk melepas penat dan menikmati waktu bersama keluarga. Namun, pengalaman tersebut belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh banyak penyandang disabilitas. Keterbatasan akomodasi yang benar-benar aksesibel masih menjadi hambatan besar, bahkan di negara maju seperti Irlandia Utara.
Salah satunya dialami Richard Douglas, penyandang Duchenne muscular dystrophy (DMD) atau distrofi otot Duchenne. Penyakit genetik langka ini menyebabkan otot melemah secara bertahap sehingga penderitanya membutuhkan bantuan alat khusus untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Richard menggunakan kursi roda dan memerlukan berbagai fasilitas pendukung, seperti hoist atau alat pengangkat untuk berpindah dari kursi roda ke tempat tidur maupun ke kamar mandi. Sayangnya, fasilitas seperti ini hampir tidak tersedia di sebagian besar penginapan yang ia temui.
Tidak ada tempat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan saya. Kami bahkan kesulitan menemukan tempat untuk menginap,
ungkap Richard.
Richard mengaku bahwa berlibur tidak pernah menjadi hal yang mudah baginya. Sumber Foto : BBC.
Akomodasi Aksesibel Masih Sangat Terbatas
Saat masih kecil, Richard masih dapat menikmati perjalanan ke luar negeri bersama keluarganya. Namun, seiring perkembangan penyakitnya, mobilitasnya semakin terbatas sehingga perjalanan menggunakan pesawat menjadi sangat sulit.
Karena itu, ia berharap tersedia lebih banyak akomodasi yang ramah disabilitas di Irlandia Utara agar penyandang disabilitas tidak harus bepergian jauh hanya untuk menikmati liburan.
Richard terinspirasi setelah menginap di sebuah penginapan khusus di Culdaff, County Donegal, Republik Irlandia. Tempat tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari tempat tidur khusus hingga alat pengangkat yang memudahkan aktivitas tamu penyandang disabilitas.
Menurutnya, banyak pengguna kursi roda memilih tidak bepergian menggunakan pesawat karena prosesnya terlalu rumit. Kehadiran akomodasi yang dekat dengan tempat tinggal akan memberikan kesempatan lebih besar bagi mereka untuk menikmati liburan bersama keluarga.
Galang Dana Bangun Penginapan Inklusif
Berangkat dari pengalaman pribadinya, Richard kini menggalang dana untuk membangun penginapan tepi pantai yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas di Irlandia Utara.
Ia berharap tempat tersebut dapat menjadi ruang liburan yang nyaman, aman, dan mudah diakses oleh pengguna kursi roda maupun penyandang disabilitas dengan kebutuhan mobilitas tinggi.
Menurut Richard, aturan mengenai penyesuaian fasilitas bagi penyandang disabilitas masih belum cukup menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Kami membutuhkan lebih dari sekadar akses masuk. Kami memerlukan tempat tidur khusus, alat pengangkat, dan fasilitas lain agar benar-benar bisa menikmati liburan,
katanya.
Baca Juga :
Aturan Hanya Mewajibkan Penyesuaian yang Wajar
Paul Oakes, Manajer Pengembangan Kesetaraan di Equality Commission for Northern Ireland, menjelaskan bahwa penyedia layanan wisata memang diwajibkan melakukan penyesuaian yang wajar sesuai Disability Discrimination Act 1995.
Namun, penerapan aturan tersebut mempertimbangkan kemampuan masing-masing penyedia akomodasi.
Hotel atau perusahaan wisata berskala besar umumnya diharapkan menyediakan fasilitas aksesibilitas yang lebih lengkap dibandingkan pengelola penginapan kecil atau properti sewa pribadi.
Paul menambahkan bahwa kebutuhan setiap penyandang disabilitas berbeda-beda. Bahkan individu dengan jenis disabilitas yang sama dapat memerlukan fasilitas yang tidak sama, sehingga regulasi tidak dapat mengatur secara terlalu rinci.
Liburan Juga Penting bagi Keluarga Pendamping
Ibu Richard, Sharon Douglas, mengatakan bahwa kesempatan menginap di penginapan yang benar-benar aksesibel membawa manfaat besar bagi seluruh keluarga.
Selama ini, keluarga harus memberikan pendampingan selama 24 jam setiap hari. Ketika seluruh fasilitas yang dibutuhkan Richard telah tersedia di lokasi liburan, beban keluarga menjadi jauh lebih ringan.
Menurut Sharon, pergantian suasana memberikan kesempatan bagi seluruh anggota keluarga untuk beristirahat secara mental sekaligus menikmati waktu bersama tanpa harus terus memikirkan keterbatasan fasilitas.
Sharon mengaku sangat bersyukur bisa menikmati beberapa hari berlibur jauh dari rumah. Sumber Foto : BBC.
Pariwisata Inklusif Masih Perlu Ditingkatkan
Pemerintah melalui Department for the Economy menyatakan terus mendorong terciptanya sektor pariwisata yang inklusif. Tourism NI juga menyediakan fitur pencarian akomodasi berdasarkan kebutuhan aksesibilitas sehingga wisatawan dapat memilih penginapan yang sesuai.
Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa regulasi mengenai akomodasi wisata saat ini hanya mengatur standar minimum dan belum secara khusus mewajibkan penyediaan fasilitas aksesibilitas tertentu bagi penyandang disabilitas.
Kisah Richard menunjukkan bahwa akses terhadap pariwisata bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga tentang hak setiap orang untuk menikmati waktu bersama keluarga dengan aman, nyaman, dan setara. Penyediaan akomodasi yang benar-benar inklusif menjadi langkah penting agar penyandang disabilitas dapat menikmati pengalaman liburan tanpa hambatan. (Restu)
Sumber : BBC
