Hiburan

Vertigo yang Dialami Gregoria Mariska Tunjung, Kenali Penyebab, Gejala, dan Faktor Risikonya

Gregoria Mariska Tunjung mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI untuk fokus pemulihan vertigo.

KamiBijak.com, Hiburan - Gangguan kesehatan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk atlet profesional yang terbiasa menjalani latihan dengan intensitas tinggi. Salah satu kondisi yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari adalah vertigo, yakni sensasi pusing yang membuat seseorang merasa dirinya atau lingkungan di sekitarnya berputar. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat memengaruhi keseimbangan tubuh hingga menghambat pekerjaan maupun aktivitas olahraga.

 

Belakangan, pebulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengumumkan pengunduran dirinya dari Pelatnas PBSI untuk fokus menjalani pemulihan kesehatan akibat vertigo yang dialaminya. Keputusan tersebut membuat perhatian publik tertuju pada kondisi vertigo yang ternyata dapat menyerang siapa saja dan kambuh secara tiba-tiba.

Gregoria Mariska Tunjung (Foto: PBSI)

 

Vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu yang memengaruhi sistem keseimbangan tubuh.

 

Penyebab vertigo umumnya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam atau otak. Vertigo adalah kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing hingga merasa dirinya atau sekelilingnya berputar,

demikian dikutip dari Allo Dokter.

 

Seseorang yang mengalami vertigo biasanya merasakan sensasi berputar, baik pada dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar. Kondisi ini dapat muncul secara mendadak dan membuat penderitanya kehilangan keseimbangan sehingga sulit berdiri atau berjalan dengan normal.

Baca juga:

Kenali 3 Jenis ADHD Berdasarkan Gejala dan Ciri-Cirinya

Vertigo dapat menyerang siapa saja. Namun, risikonya cenderung lebih tinggi pada orang yang berusia di atas 50 tahun, perempuan, pernah mengalami cedera, memiliki gangguan pada telinga atau sistem keseimbangan tubuh, serta memiliki riwayat vertigo dalam keluarga.

 

Selain itu, stres berat dan kurang istirahat juga diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya vertigo. Beberapa faktor lain yang berpotensi memicu kondisi ini adalah penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan dan antipsikotik, serta kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.

 

Bagi penderita vertigo, disarankan untuk menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan cedera, seperti mengemudi, mengoperasikan alat berat, atau melakukan olahraga dengan intensitas tinggi ketika gejala sedang muncul.

 

Sebelumnya, Gregoria mengungkapkan bahwa dirinya mengalami vertigo parah sejak Maret 2026. Ketika kambuh, gejala yang dialaminya dapat berlangsung selama empat hingga lima jam disertai muntah, kehilangan keseimbangan, dan muncul secara mendadak. Bahkan, dalam salah satu episode, ia harus dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

 

Saya mengalami vertigo atau migrain parah yang terjadi beberapa kali sejak akhir Maret. Setiap episodenya berlangsung selama empat sampai lima jam, di mana saya kehilangan keseimbangan, muntah, dan tidak bisa melakukan apa pun kecuali berbaring,

kata Gregoria melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

 

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut sangat sulit diprediksi karena dalam hitungan menit tubuh yang semula terasa baik dapat tiba-tiba mengalami gangguan yang membuat aktivitas menjadi terhambat.

 

Satu menit saya merasa baik. Kemudian semua jadi tidak baik-baik saja, segalanya tidak bisa diprediksi,

ujarnya.

 

Vertigo memang bukan kondisi yang selalu mengancam jiwa, tetapi gejalanya dapat sangat mengganggu kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik. Karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke tenaga medis apabila keluhan pusing berputar muncul berulang kali. Dengan diagnosis yang tepat serta penanganan yang sesuai, risiko komplikasi dan gangguan aktivitas akibat vertigo dapat diminimalkan sehingga penderita dapat kembali menjalani kesehariannya dengan lebih nyaman dan aman.(Athar/Magang)

 

Sumber: RRI

Athar Zahran
Menulis artikel, mengedit, dan mendesain cover untuk dibagikan melalui website maupun platform media sosial KamiBijak. Menulis artikel bersifat topik umum, namun kebanyakan hiburan seperti trivia dan berita ringan.