Hiburan

Kisah Inspiratif Angel, Disabilitas Netra yang Lolos SNBT dan Raih Mimpi Kuliah di UGM

Angel penyandang disabilitas netra lolos SNBT ke UGM berkat semangat, keluarga, dan teknologi.

Kamibijak.com, Disabilitas - Perjuangan Angela Electra Vega Suseno membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Penyandang disabilitas netra asal Yogyakarta itu berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dan diterima di Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Angel, sapaan akrabnya, lahir dengan kondisi disabilitas netra total. Meski demikian, ia tumbuh di lingkungan keluarga yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan dan cita-citanya. Baginya, kasih sayang keluarga menjadi modal terbesar untuk terus melangkah menghadapi berbagai tantangan.

Ia mengenang bagaimana orang tua dan saudara-saudaranya selalu mendampinginya sejak kecil. Bahkan, saat masih duduk di bangku SMP, kakaknya rela menemani proses belajar di kelas sambil menjalani kuliah. Dukungan tersebut membuat Angel semakin percaya diri untuk mengejar impian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Keberhasilannya diterima di UGM juga memiliki makna khusus bagi keluarganya. Ayah, ibu, dan kedua kakaknya merupakan alumni kampus tersebut. Hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi Angel untuk mengikuti jejak keluarganya dan menjadi bagian dari civitas akademika UGM.

Sumber Foto : dok. UGM

Belajar dengan Bantuan Teknologi

Selama menempuh pendidikan di sekolah menengah atas, Angel memanfaatkan teknologi sebagai penunjang belajar. Guru-gurunya terlebih dahulu mengirimkan materi dalam format digital sehingga dapat diakses menggunakan aplikasi pembaca layar di ponsel maupun perangkat lainnya.

Teknologi tersebut memudahkannya mengikuti pelajaran bersama teman-teman di kelas tanpa mengalami hambatan berarti. Selain itu, lingkungan sekolah yang inklusif membuat Angel merasa diterima dan memperoleh dukungan dari guru maupun teman sebaya.

Tak hanya fokus pada akademik, Angel juga aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti bernyanyi, bermain band, dan public speaking. Ia bahkan berhasil meraih sejumlah prestasi, termasuk penghargaan dalam lomba mendongeng berbahasa Jawa serta kompetisi pidato bahasa Inggris.

Persiapan Menghadapi SNBT

Perjalanan menuju bangku kuliah tidak berlangsung mudah. Angel mempersiapkan diri menghadapi SNBT melalui les privat dan memanfaatkan materi belajar berbasis audio dari berbagai kanal edukasi di YouTube. Cara belajar tersebut dinilai lebih efektif karena sesuai dengan kebutuhannya sebagai penyandang disabilitas netra.

Pengalaman mengikuti ujian berbasis komputer juga menjadi tantangan baru. Untuk pertama kalinya ia mengerjakan soal menggunakan komputer dengan bantuan kombinasi tombol pintas (shortcut) yang telah dipelajari sebelumnya.

Meski sempat merasa gugup, Angel mampu beradaptasi dengan cepat sehingga dapat menyelesaikan ujian dengan baik.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/kisah-guru-disabilitas-netra-di-denpasar-pernah-dilarang-sekolah-kini-jadi-asn 

Memilih Sosiologi karena Tertarik Penelitian

Angel memilih Program Studi Sosiologi atas rekomendasi guru yang melihat potensinya di bidang tersebut. Setelah mempelajari lebih jauh mengenai jurusan itu, ia semakin tertarik karena memiliki banyak ruang untuk melakukan penelitian dan mengkaji berbagai persoalan sosial.

Minat tersebut sejalan dengan pengalamannya mengikuti lomba penulisan esai semasa sekolah. Walaupun belum pernah menjadi juara, ia ingin terus mengembangkan kemampuan riset dan menulis selama kuliah.

Siap Beradaptasi di Dunia Perkuliahan

Memasuki dunia kampus, Angel menyadari akan ada tantangan baru. Ia berencana bergabung dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM agar lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan akademik sekaligus memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama menjalani perkuliahan.

Selain itu, ia ingin aktif dalam komunitas yang bergerak di bidang penelitian untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas pengalaman.

Di akhir kisahnya, Angel menyampaikan pesan kepada penyandang disabilitas lain agar tidak menyerah pada keadaan. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi selama mau berusaha dan terus memperjuangkannya.

Keberhasilan Angel menjadi bukti bahwa akses pendidikan inklusif, dukungan keluarga, serta pemanfaatan teknologi mampu membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk meraih prestasi di perguruan tinggi. (Restu)

Sumber: Liputan6

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.