Hiburan

Kenali 3 Jenis ADHD Berdasarkan Gejala dan Ciri-Cirinya

ADHD terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan gejalanya. Salah satunya sering disalah artikan sebagai sifat malas.

Kamibijak.com, Hiburan - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berkonsentrasi, mengontrol impuls, dan mengatur perilaku. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga bisa berlanjut hingga dewasa. 

 

Berdasarkan gejala yang dominan, ADHD dibagi menjadi tiga jenis utama. Masing-masing memiliki ciri yang berbeda dan dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari secara beragam. 

 

  1. ADHD Dominan Inatensi

(Pinterest)

 

Jenis ini ditandai dengan kesulitan utama dalam mempertahankan perhatian dan fokus. Penderitanya sering tampak tidak fokus, tetapi tidak selalu menunjukkan perilaku hiperaktif. 

 

Beberapa gejala yang umum terjadi:

 

  • Sulit berkonsentrasi dalam waktu lama
  • Sering melakukan kesalahan karena kurang teliti
  • Mudah terdistraksi oleh hal kecil
  • Sering lupa aktivitas sehari-hari
  • Kesulitan mengatur pekerjaan dan waktu

 

Jenis ini sering disalah artikan sebagai sifat malas atau tidak disiplin, padahal sebenarnya berkaitan dengan cara kerja otak. 

 

  1. ADHD Dominan Hiperaktif-Impulsif

(Pinterest)

 

Jenis ini lebih mudah dikenali karena gejalanya terlihat jelas secara fisik maupun perilaku. Penderitanya cenderung sangat aktif dan bertindak tanpa berpikir panjang. 

 

Ciri-cirinya antara lain:

 

  • Tidak bisa diam atau selalu bergerak
  • Sering berbicara berlebihan
  • Suka menyela pembicaraan
  • Sulit menunggu giliran
  • Bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan risiko

 

Pada orang dewasa, gejala hiperaktif bisa muncul sebagai rasa gelisah atau dorongan untuk terus melakukan sesuatu. 


Baca Juga

Sisi Positif ADHD, Lebih Tangguh dalam Menjalani Hidup

  1. ADHD Kombinasi

(Pinterest)

 

Jenis ini merupakan gabungan dari dua tipe sebelumnya, yaitu inatensi dan hiperaktif-impulsif.

 

Karena memiliki dua jenis gejala sekaligus, ADHD kombinasi sering memberikan dampak yang lebih kompleks dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek akademik, pekerjaan, maupun hubungan sosial. Penanganannya pun biasanya memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh. 

 

Memahami jenis ADHD penting agar kondisi ini tidak disalah artikan sebagai masalah perilaku semata. Dengan penanganan yang tepat, individu dengan ADHD tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik dan produktif. (Sindi/PKL)

 

Sumber: Liputan6