Berita

UNESCO Dukung Monografi Terbaru untuk Perluas Akses Kerja Penyandang Disabilitas

UNESCO mendukung monografi terbaru yang memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas.

Kamibijak.com, Disabilitas - UNESCO mendukung peluncuran resmi Monografi Terbaru tentang Pekerjaan yang Dapat Diakses Penyandang Disabilitas berdasarkan Jenis Disabilitas sebagai upaya memperluas kesempatan kerja yang lebih inklusif. Dokumen ini menjadi panduan bagi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Peluncuran monografi berlangsung pada 8 Juli 2026 di Yaoundé, Kamerun, dipimpin oleh Menteri Urusan Sosial Kamerun dengan dukungan UNESCO melalui Proyek Disability yang didanai Global Disability Fund.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/pemprov-dki-pastikan-penyandang-disabilitas-dan-korban-phk-tetap-punya-peluang-kerja 

Monografi ini disusun untuk menjawab pertanyaan mengenai jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh penyandang disabilitas netra, Tuli, fisik, maupun intelektual. Selain mengidentifikasi pekerjaan yang sesuai, dokumen tersebut juga menjelaskan bentuk dukungan, penyesuaian, dan akomodasi yang diperlukan agar penyandang disabilitas dapat bekerja secara optimal.

UNESCO menilai dokumen ini sebagai instrumen penting dalam mendorong inklusi sosial sekaligus memperkuat akses terhadap pekerjaan yang layak. Monografi diharapkan menjadi acuan bagi para pembuat kebijakan dalam menyusun program ketenagakerjaan yang lebih inklusif.

Dokumen setebal 163 halaman tersebut disusun melalui kolaborasi Kementerian Urusan Sosial Kamerun bersama berbagai lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mitra pembangunan. Isinya mencakup pendahuluan, empat bab utama, kesimpulan, serta lampiran yang memuat ratusan pilihan profesi berdasarkan ragam disabilitas.

Monografi tersebut mengidentifikasi 96 jenis pekerjaan yang sesuai bagi penyandang disabilitas intelektual, 188 pekerjaan bagi penyandang disabilitas netra, 417 pekerjaan bagi penyandang disabilitas fisik, serta 217 pekerjaan bagi penyandang disabilitas Tuli dan penyandang gangguan bicara.

Menteri Urusan Sosial Kamerun, Pauline Irène Nguene, mengatakan bahwa inklusi tidak hanya berarti menyediakan akses terhadap layanan dasar. Menurutnya, lingkungan fisik, sosial, dunia kerja, hingga ruang digital harus mampu menghilangkan hambatan yang selama ini membatasi partisipasi penyandang disabilitas.

Ia menegaskan bahwa lingkungan yang inklusif harus menjadi ruang yang memungkinkan setiap orang berpartisipasi secara penuh, mandiri, dan produktif tanpa diskriminasi. Karena itu, pemerintah Kamerun mengapresiasi dukungan UNESCO beserta berbagai mitra internasional yang telah berkontribusi dalam penyusunan monografi tersebut.

Dalam upacara peluncuran resmi tersebut, Menteri Urusan Sosial, Mme Pauline Irène Nguene, menegaskan bahwa inklusi tidak dapat dipersempit hanya pada persoalan akses terhadap layanan-layanan dasar. Sumber Foto : UNESCO/Abel Winamou 

 

Sementara itu, mewakili Koordinator Residen Sistem PBB di Kamerun, Imteyaz Khodabux, menyampaikan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa akan terus mendukung pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/indonesia-iran-perkuat-kerja-sama-vokasi-jaminan-sosial-dan-akses-kerja-disabilitas 

Menurutnya, monografi yang telah diperbarui ini dapat menjadi referensi bagi pemberi kerja, lembaga pelatihan, organisasi masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan untuk memahami potensi penyandang disabilitas sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja yang setara.

Melalui panduan tersebut, diharapkan semakin banyak perusahaan dan institusi yang menerapkan praktik ketenagakerjaan inklusif, termasuk menyediakan akomodasi yang layak sesuai kebutuhan pekerja penyandang disabilitas. Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi penyandang disabilitas dalam pembangunan ekonomi sekaligus mewujudkan pasar kerja yang lebih adil dan inklusif bagi semua.(Restu)

Sumber : UNESCO

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.