KamiBijak.com, Hiburan - Banyak perempuan masih sering menganggap bahwa latihan angkat beban hanya penting untuk membentuk otot atau identik dengan olahraga laki-laki. Padahal, faktanya latihan beban justru sangat dianjurkan bagi perempuan karena efektif dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan menurunkan risiko osteoporosis sejak dini.
Hal itu dijelaskan langsung oleh perawat sekaligus kreator edukasi kesehatan di media sosial X @afrkml. Menurut Rizal, perempuan dalam kesehariannya justru lebih membutuhkan latihan beban, terutama setelah menopause.
Ilustrasi osteoporosis setelah menopause. (foto: kompas.com)
“Terutama buat cewek-cewek nih, kalian tuh yang paling butuh angkat beban dibanding cowo-cowo sebenarnya karena risiko osteoporosis tuh tingginya ada pada wanita,” tulis Rizal dalam utasnya.
Ia menjelaskan beberapa manfaat latihan beban. Salah satunya, latihan beban dapat merangsang proses pembentukan tulang dan membantu menjaga kepadatan tulang agar tidak mudah keropos. Ia juga menjelaskan terkait tulang manusia yang sebenarnya aktif melakukan regenerasi setiap hari.
Baca juga:
https://kaCegah Osteoporosis Sejak Dini, Lakukan Hal Ini Sebelum Terlambatmibijak.merahputih.com/v/cegah-osteoporosis-sejak-dini-lakukan-hal-ini-sebelum-terlambat
Dalam proses tersebut terdapat jenis sel yang bertugas untuk mengikis jaringan tulang lama, yakni osteoklas, dan sel pembentuk jaringan tulang baru yang disebut osteoblas. Sel ini akan mampu bekerja secara maksimal ketika seseorang berada di bawah usia 30 tahun.
“Aktivitas ini gacor-gacornya terjadi ketika usia kita di bawah 30 tahun. Setelah itu, proses pembentukan tulang pelan-pelan mulai kalah dibanding proses pengikisannya,” jelasnya.
Karena itu, sangat penting untuk memiliki “tabungan tulang” yang baik sejak masih muda. Jika tubuh saja jarang mendapatkan tekanan seperti olahraga beban, maka tubuh akan menganggap tulang kuat tidak terlalu dibutuhkan sehingga dampaknya kepadatan tulang akan perlahan menurun.
“Nah masalahnya, kalau badan jarang dapat beban mekanis alias jarang dipakai buat angkat-angkat beban, tubuh bisa nganggep ‘oh yaudah, kayaknya pemilik badan nggak butuh amat tulang kuat’,” tulisnya.
Berbeda halnya ketika seseorang rutin melakukan resistance training seperti squat, deadlift, push-up, atau mengangkat dumbbell, otot akan kemudian menarik tulang dan memberikan sinyal mekanis agar tulang dapat beradaptasi menjadi lebih kuat. Hasilnya, tulang berubah menjadi lebih padat dan risiko osteoporosis menurun.
Baca juga:
7 Makanan Tinggi Kalsium Selain Susu yang Menyehatkan Tulang
“Kalau terus dilakukan, tulang jadi makin padat dan risiko osteoporosis menurun,” lanjutnya.
Selain itu, Rizal juga memberikan informasi bahwa perempuan setelah menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen secara drastis. Padahal, estrogen punya peran penting dalam menjaga kepadatan tulang.
Itulah yang menjadi penyebab perempuan memang jauh lebih berisiko mengalami osteoporosis dibanding laki-laki.
“Makanya osteoporosis pada wanita memang jauh lebih besar risikonya dibanding cowok,” katanya. (Irene)
Sumber: women.okezone.com
