Kamibijak.com, Disabilitas - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul resmi meluncurkan buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial: Dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Peluncuran buku tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat perspektif keagamaan yang lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas mental psikososial.
Menurut Gus Ipul, buku ini bukan sekadar karya ilmiah keagamaan, melainkan pedoman moral sekaligus rujukan sosial yang mendorong perubahan cara pandang masyarakat. Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas mental psikososial harus dipahami sebagai individu yang memiliki martabat, harkat, dan hak yang setara sebagaimana dijamin oleh konstitusi, nilai agama, serta prinsip kemanusiaan.
Buku tersebut diterbitkan melalui kolaborasi Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU, Lakpesdam NU, P3M, dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Program Inklusi di bawah koordinasi Komisi Nasional Disabilitas (KND). Kehadirannya diharapkan menjadi referensi bagi tokoh agama, akademisi, hingga masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih ramah terhadap penyandang disabilitas mental psikososial.
Gus Ipul meluncurkan buku Fikih Penguatan Disabilitas Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Minggu (21/6/2026). Foto: Kemensos RI
Komisioner KND, Jonna Aman Damanik, menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang masih dihadapi penyandang disabilitas adalah paradigma masyarakat. Menurutnya, masih banyak pandangan yang berangkat dari anggapan bahwa hanya kondisi tertentu yang dianggap "normal", sehingga memunculkan stigma dan diskriminasi.
Ia menilai perubahan paradigma perlu dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pendekatan keagamaan. Dengan demikian, nilai-nilai keimanan dapat menjadi sarana untuk membangun penghormatan terhadap keberagaman serta memperkuat penerimaan sosial terhadap penyandang disabilitas.
Baca Juga :
https://kamibijak.merahputih.com/v/cara-mengatasi-anak-disabilitas-psikososial
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar, turut mengapresiasi peluncuran buku tersebut. Ia mengatakan isi buku mampu menggambarkan kondisi nyata yang dihadapi penyandang disabilitas mental psikososial sekaligus memberikan panduan mengenai cara berinteraksi yang lebih tepat dan manusiawi.
Menurutnya, kesalahan yang sering terjadi di masyarakat adalah sulit menerima perbedaan, baik yang bersifat fisik maupun mental. Padahal, setiap manusia memiliki keistimewaan yang patut dihormati tanpa memandang kondisi yang dimiliki.
Baca Juga :
Gus Kautsar berharap upaya yang dilakukan KND bersama Kementerian Sosial dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak kebijakan dan pemahaman yang berpihak pada penyandang disabilitas. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih inklusif dan berkeadilan sosial.
Peluncuran buku fikih ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan lembaga pemerhati disabilitas dalam memperkuat perlindungan hak-hak penyandang disabilitas mental psikososial. Diharapkan, buku tersebut dapat menjadi acuan dalam membangun pemahaman keagamaan yang menghargai kesetaraan, menghapus stigma, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif. (Restu)
Sumber: Kumparan
