KamiBijak.com, Hiburan - Peran orang tua dalam membentuk perilaku anak sejak usia dini menjadi faktor penting dalam perkembangan mereka. Pendekatan yang tepat dalam mendidik anak dinilai mampu membantu mereka memahami batasan serta membangun karakter yang positif. Pola asuh yang tepat sejak usia dini menjadi kunci dalam membentuk perilaku anak di kemudian hari.
Penegasan tersebut disampaikan terkait pola asuh seorang selebgram yang sempat menjadi sorotan publik karena dinilai kurang tegas. Selebgram itu hanya mengatakan "No, no baby" kepada anaknya meskipun anak tersebut sangat aktif di tempat umum.
“Parenting untuk anak usia dini, perlu tegas, konsisten, real dan nyata. Anak harus tau bahwa kalau perilakunya adaptif dan diterima orang tua, lingkungan mendapat respon positif maka diberi berupa pujian atau senyum,” kata Prof Endang kepada RRI.CO.ID, Minggu, 26 April 2026.
Menurut Prof Endang, apabila orang tua hanya mengatakan “No” tanpa tindakan lanjutan, anak cenderung akan mengulangi kesalahan yang sama. Hal ini membuat anak tidak memahami mana perilaku yang benar dan yang salah.
Baca juga:
Tidak Bisa Main Roblox, Anak Tantrum? Psikolog Beri Saran untuk Orang Tua
“Kalau sekedar hanya ‘No’ tanpa diajari sebuah konsekuensi dari perilaku anak tersebut, anak akan cenderung mengulang. Anak tidak tau perilaku yang benar atau salah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa orang tua perlu memberikan contoh yang nyata agar anak dapat memahami dengan baik. Tidak cukup hanya dengan penjelasan verbal, tetapi juga harus disertai tindakan langsung.
Ilustrasi Psikolog Anak (Foto: Online Psychology Degree)
“Orang tua harus mengajarkan perilaku adaptif, kalau hanya verbal anak tidak paham, anak secara kognitif baru paham hal yang real. Orang tua wajib memberi yang nyata supaya anak paham,” ujar Prof Endang menerangkan.
Gaya parenting, lanjut Endang, merupakan cara orang tua dalam berinteraksi, membimbing, serta mendisiplinkan anak. Dampaknya sangat besar karena memengaruhi berbagai aspek perkembangan, mulai dari emosi, perilaku, kognitif, hingga hubungan sosial.
“Cara orang tua merespons anak akan membentuk model dunia anak. Bagaimana ia melihat diri sendiri dan orang lain. Di sini orang tua berfungsi sebagai kontrol perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” katanya.
Pendekatan yang tegas dan konsisten membantu anak memahami batasan sekaligus membentuk perilaku yang lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi dalam pola asuh menjadi kunci agar anak mampu memahami batasan serta mengembangkan perilaku yang positif. Dengan pendekatan yang jelas dan disertai contoh nyata, anak diharapkan dapat tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik terhadap lingkungan serta dirinya sendiri.(Athar/Magang)
Sumber: RRI
