KamiBijak.com, Hiburan - Kebutuhan energi tubuh pada awal hari sebagian besar dipenuhi melalui sarapan. Setelah beristirahat sepanjang malam, tubuh memerlukan asupan makanan untuk membantu mempersiapkan diri menghadapi berbagai aktivitas yang akan dijalani.
Meski seseorang sedang tidur, berbagai fungsi penting dalam tubuh tetap bekerja tanpa henti. Proses seperti pernapasan, peredaran darah, dan metabolisme terus berlangsung sehingga cadangan energi tetap terpakai dan perlu digantikan kembali pada pagi hari.
Namun demikian, kebiasaan sarapan masih sering diabaikan oleh sebagian masyarakat. Padatnya aktivitas di pagi hari, mulai dari persiapan berangkat kerja hingga sekolah, menjadi alasan yang paling sering menyebabkan seseorang melewatkan waktu makan pertama tersebut.
Baca juga:
Sarapan Pepaya Tiap Pagi? Manfaatnya Bikin Banyak Orang Kaget!
Tidak sarapan dapat memengaruhi kondisi tubuh saat memulai aktivitas. Akibatnya, seseorang berisiko lebih mudah merasa lelah, mengalami kesulitan berkonsentrasi, serta kehilangan fokus dalam menjalankan pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari.
Peran sarapan juga sangat penting dalam mendukung kinerja otak. Agar fungsi kognitif berjalan optimal sejak pagi, otak membutuhkan pasokan glukosa yang menjadi sumber energi utamanya.
Selain menyediakan energi, sarapan ideal juga harus mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang. Karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serta serat diperlukan tubuh untuk membantu menjaga daya tahan dan kebugaran secara keseluruhan.
Kebiasaan mengonsumsi sarapan bergizi turut membantu mengendalikan rasa lapar selama beraktivitas. Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada pagi hari, keinginan untuk mengonsumsi camilan secara berlebihan maupun makan berlebih saat siang hari dapat ditekan.
Dokter Spesialis Gizi Klinis dari MRCCC Siloam Hospitals, dr. Samuel Oetoro, menegaskan bahwa sarapan merupakan salah satu komponen penting dalam pola hidup sehat yang masih sering terabaikan. Ia menilai kualitas makanan yang dikonsumsi saat sarapan perlu mendapat perhatian khusus.
“Jangan asal kenyang, sarapan harus memberi nutrisi yang cukup,” ujar dr. Samuel. Ia menekankan bahwa menu sarapan ideal sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuh.
Menurutnya, menyiapkan sarapan sehat tidak selalu membutuhkan biaya besar maupun proses yang rumit. Oatmeal, telur, roti gandum, buah-buahan, susu, hingga nasi dengan lauk bergizi dapat menjadi pilihan sederhana yang tetap memberikan manfaat bagi kesehatan.
Selama kandungan gizinya tetap terjaga, menu sarapan sederhana pun mampu memberikan dampak positif bagi tubuh. Menjadikan sarapan sehat sebagai rutinitas harian dapat membantu menjaga tingkat energi, meningkatkan produktivitas, sekaligus mendukung kesehatan dalam jangka panjang.(Athar/Magang)
Sumber: RRI.co.id
