KamiBijak.com, Berita – Komunitas Tuli di wilayah Jabodetabek mengikuti pelatihan "Kupas Tuntas HKSR bersama Tuli" yang berlangsung pada Sabtu-Senin, 8-10 Agustus 2026 di Perpustakaan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh mitra pelaksana ARROW di Indonesia, RN Jasmina, ini bertujuan untuk menguji coba sekaligus menyempurnakan buku panduan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) agar lebih aksesibel dan sesuai dengan budaya warga Tuli di Indonesia.
Maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa warga Tuli serta tingginya hambatan komunikasi saat melapor ke pihak kepolisian menjadi latar belakang utama diselenggarakannya pelatihan selama tiga hari tersebut. Minimnya materi edukasi berbasis Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan kurangnya pemahaman aparat penegak hukum kerap membuat korban kesulitan mendapatkan keadilan.
Penanggung jawab program HKSR di Indonesia, RN Jasmina, menjelaskan bahwa kerja sama dengan lembaga ARROW dihadirkan untuk menjawab kebutuhan ruang edukasi seksual yang ramah bagi warga Tuli.
Latar belakangnya, saya melihat di Indonesia banyak bermunculan kasus Tuli menjadi korban seksual, sulit melapor, polisi tidak paham kondisi Tuli, Komunikasinya masih banyak hambatan. Saya sempat terlibat di acara pelatihan ARROW & mendiskusikan pentingnya HKSR untuk Tuli Indonesia. ARROW juga berpikir demikian, bahwa penting untuk Tuli paham tentang kesehatan reproduksi dan seksual,
ujar Jasmine di Jakarta.
