Kamibijak.com, Disabilitas - Kreativitas tidak mengenal batas fisik maupun sensorik. Semangat itulah yang terlihat dalam Lomba Melukis Disabilitas yang digelar Polrestabes Bandung, Jumat (17/7), dengan melibatkan pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) dari berbagai wilayah di Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengekspresikan diri melalui karya seni sekaligus menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.
Deretan kanvas putih memenuhi ruangan perlombaan. Para peserta tampak fokus memainkan kuas dan memadukan berbagai warna menjadi lukisan yang sarat makna. Bagi mereka, melukis bukan sekadar kompetisi, melainkan media untuk menyampaikan cerita, emosi, dan harapan melalui goresan warna di atas kanvas.
Wakapolrestabes Bandung AKBP Dedi Wahyudi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, setiap individu memiliki hak yang sama untuk mengembangkan bakat tanpa memandang kondisi fisik maupun sensorik yang dimiliki.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba ini juga menjadi bagian dari upaya membuka lebih banyak ruang bagi penyandang disabilitas agar mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah masyarakat. Kesempatan seperti ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak prestasi dari kalangan pelajar disabilitas.
Siswa Disabilitas lomba melukis di Polrestabes Bandung. Sumber Foto : IDN Times/Istimewa
Antusiasme peserta terlihat sejak sebelum perlombaan dimulai. Dari 35 Sekolah Luar Biasa yang ada di Kota Bandung, sebanyak 15 peserta sempat mendaftarkan diri. Namun, lima peserta berhalangan hadir sehingga kompetisi diikuti oleh 10 pelajar yang telah mempersiapkan karya mereka dengan matang.
Menurut Dedi, sebagian peserta bahkan telah menyusun konsep lukisan sejak satu hingga dua hari sebelum perlombaan berlangsung. Persiapan tersebut dilakukan agar mereka dapat menghasilkan karya terbaik yang mampu mencerminkan kreativitas dan kemampuan masing-masing.
Meski jumlah peserta tidak terlalu banyak, kualitas karya yang dihasilkan mendapat apresiasi. Setiap lukisan memiliki karakter berbeda sesuai pengalaman dan imajinasi para pembuatnya. Perbedaan latar belakang maupun kondisi disabilitas justru menghadirkan keberagaman ide yang memperkaya hasil karya seni dalam kompetisi tersebut.
Lomba ini diikuti oleh pelajar dengan berbagai ragam disabilitas, baik disabilitas sensorik maupun fisik. Masing-masing peserta menunjukkan cara unik dalam menuangkan gagasan ke atas kanvas. Hal tersebut membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi.
Baca Juga :
https://kamibijak.merahputih.com/v/cemara-paper-daur-ulang-disabilitas
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menyediakan ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pemerintah, dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus membuka peluang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi di bidang seni maupun bidang lainnya.
Melalui lomba melukis ini, Polrestabes Bandung berharap semakin banyak masyarakat yang melihat kemampuan penyandang disabilitas dari karya dan prestasinya, bukan dari keterbatasan yang dimiliki. Seni pun menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan semua orang tanpa sekat, sekaligus membuktikan bahwa kreativitas benar-benar tidak mengenal batas. (Restu)
Sumber: IDN Times
