KamiBijak.com, Travel - Dalam langkah inovatif yang memadukan hiburan dan promosi wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi meluncurkan Monopoly Bali, edisi khusus dari permainan papan legendaris Monopoly. Diluncurkan secara meriah di Ubud pada 9 Mei 2025, versi ini menjadi wujud nyata strategi kreatif pemerintah untuk memperkenalkan keindahan Bali ke khalayak global melalui cara yang menyenangkan dan edukatif.
Berbeda dari Monopoly klasik yang menampilkan nama-nama kota besar dunia seperti Paris, New York, atau London, Monopoly Bali mengajak pemain untuk menjelajahi keajaiban Bali. Destinasi ikonik seperti Gunung Batur, Sungai Ayung, Subak Jatiluwih, Tirta Empul, hingga Gangga kini dapat “dimiliki” dan dikembangkan oleh pemain. Selain tempat wisata, kekayaan kuliner lokal seperti ayam betutu dan nasi goreng juga turut mewarnai permainan ini, memberikan nuansa autentik khas Bali.
Lebih dari sekadar permainan, Monopoly Bali merupakan bagian dari strategi promosi wisata yang bertujuan untuk mengatasi tantangan overtourism yang selama ini melanda Bali. Isu utama bukan hanya soal jumlah wisatawan yang tinggi, melainkan distribusi kunjungan yang tidak merata. Sebagian besar turis terpusat di Bali Selatan seperti Kuta dan Seminyak, sementara daerah lainnya belum banyak dikenal atau dijelajahi.
Dengan menghadirkan berbagai destinasi dari seluruh penjuru Bali ke dalam permainan, pemerintah berharap dapat mendorong minat wisatawan untuk mengeksplorasi sisi lain Pulau Dewata. Ini bukan hanya mengurangi beban destinasi populer, tetapi juga membuka peluang ekonomi di daerah yang selama ini kurang tersentuh arus wisatawan.
