Hiburan

Kunci Mewujudkan Kota Ramah Disabilitas, Infrastruktur dan Kesadaran Publik Harus Seimbang

Dalam mewujudkan kota inklusif, selain pembangunan fisik, penting juga untuk memperhatikan kesadaran dan cara pandang masyarakat.

KamiBijak.com, Berita - Dalam mewujudkan kota yang ramah penyandang disabilitas, bukan hanya pembangunan fisik yang perlu diperhatikan, tetapi juga tentang bagaimana membangun kesadaran dan cara pandang masyarakat. Fasilitas yang memadai dan edukasi yang terus diberikan secara berkelanjutan akan menjadi poin paling utama dalam menciptakan lingkungan setara, inklusif dan bermartabat.

Ketua Unit Layanan Disabilitas PSGA UIN Ar-Raniry, Harri Santoso, S.Psi., M.Ed., menilai upaya yang dilakukan untuk mewujudkan lingkungan ramah disabilitas khususnya di Banda Aceh telah menunjukkan kemajuan, meski masih terus membutuhkan perbaikan berkelanjutan.

Ia menyebutkan, sejumlah fasilitas publik yang tersedia saat ini seperti jalur pemandu bagi disabilitas netra dan akses kursi roda sudah mulai tersedia, namun implementasinya dinilai belum sepenuhnya optimal. “Ada guiding block, tapi tidak sampai ke tujuan, ada fasilitas, tapi belum sesuai fungsi, ini menunjukkan masih perlu pengawasan dan perbaikan,” ujarnya Minggu 19 April 2026.

Ilustrasi Guiding Block sebagai fasilitas publik untuk disabilitas netra. (Foto: Arief Budi Kusuma)

Harri menegaskan, penyediaan fasilitas tersebut bukan didasarkan pada rasa kasihan, melainkan merupakan kewajiban negara dalam upaya memenuhi hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Selain infrastruktur, ia menekankan terkait pentingnya pemberian edukasi kepada masyarakat, termasuk penggunaan istilah yang tepat dalam menyebut penyandang disabilitas.

Baca juga:

Bukan Tempat Parkir, Ini Fungsi Jalur Guiding Block bagi Disabilitas Netra

Menurutnya, penggunaan istilah lama seperti “cacat” atau “tidak normal” sudah harus mulai ditinggalkan karena dapat menurunkan kepercayaan diri. “Bahasa itu penting. Cara kita menyebut akan memengaruhi cara kita memperlakukan,” katanya.

Ia juga menyoroti betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan, dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas. Keluarga dan lingkungan juga memiliki peran penting dalam membangun kemandirian, yaitu dengan memberikan kesempatan dan kepercayaan penuh kepada penyandang disabilitas untuk berkembang. (Irene)

Sumber: rri.co.id