KamiBijak.com, Hiburan – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh seniman Tanah Air di kancah mancanegara. Kadek Windari (35), seorang pelukis Teman Daksa asal Banjar Dinas Yeh Anakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng, berhasil meraih penghargaan internasional dari Chou Ta Kuan Foundation di Taiwan bersama tujuh seniman inspiratif lain dari berbagai negara.
Kunjungan Kadek Windari ke Taiwan berlangsung selama sembilan hari. Dalam seremoni penerimaan penghargaan pada Minggu (13/9/2026), anak kedua dari tiga bersaudara ini memboyong 15 karya lukis bertema kebudayaan serta aktivitas masyarakat Bali untuk dipamerkan. Karya-karyanya mendapat sambutan hangat dari penikmat seni hingga 10 lukisan berhasil terjual dengan harga rata-rata Rp10 juta per item.
Kesempatan emas ini bermula saat Chou Ta Kuan Foundation mencari seniman berjiwa inspiratif. Nama Windari kemudian direkomendasikan oleh Nanda Widya dari Metland Yayasan Metropolitan Peduli, tokoh yang pernah memfasilitasi pameran tunggalnya di Bekasi pada 2019. Windari menceritakan alasan di balik rekomendasi tersebut.
Pak Nanda sudah mengenal saya dan tah selama ini saya selalu menyisihkan hasil pekerjaan untuk membantu orang lain yang membutuhkan, bukan hanya untuk keluarga.
Perwakilan yayasan asal Taiwan itu lantas menemui Windari di Indonesia pada April 2025 untuk membeli lukisannya sekaligus menawarkan pameran tunggal. Selain memamerkan karya, Windari juga disibukkan dengan agenda membagikan motivasi dan kisah hidupnya ke sejumlah sekolah di Taiwan selama delapan hari.
Meskipun sukses di panggung internasional, perempuan yang menekuni seni lukis sejak 2015 ini tidak pernah menjadikan penghargaan sebagai tujuan utama. Di tengah keterbatasan fisik akibat mengidap muscular dystrophy atau distrofi otot, ia tetap konsisten membagi waktu antara pesanan, persiapan pameran, dan lelang amal dengan memproduksi dua hingga tiga lukisan saban bulan. Dari hasil usahanya, Windari menyisihkan pendapatan untuk menyokong kebutuhan keluarga, membiayai pengobatan sang ibu yang sedang berjuang melawan kanker payudara, serta mendonasikan sebagian hasil pameran Taiwan melalui Komunitas Cahaya Hati.
Dorongan kuat untuk terus berbagi lahir karena Windari pernah merasakan sendiri beratnya menjalani hidup dalam krisis ekonomi dan keterbatasan fisik. Mengenai aksi kemanusiaannya yang sering menyumbangkan lukisan senilai puluhan juta rupiah untuk lansia dan sesama disabilitas.
Saya tidak tega melihat orang-orang yang hidupnya sangat sulit. Saya juga pernah berada di posisi mereka. Saya ingin kebaikan orang-orang yang selama ini membantu saya bisa terus mengalir kepada banyak orang melalui hasil karya saya.
Windari menyampaikan alasannya
Kiprah anggota Jogja Disability Art yang pernah menerima Samatha Initiative Award 2023 ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melangkah jauh.
Baca juga:
Karya Seniman Uqi Buka Ruang Inklusi di Bandara Husein Sastranegara
Di balik seluruh pencapaiannya, Windari menyimpan satu impian sederhana, yaitu berharap suatu hari nanti karya lukisannya dapat sampai ke tangan Kim Namjoon (RM), anggota grup BTS yang selalu menjadi sumber inspirasinya dalam berkarya. (Fania/Magang)
Sumber: NusaBali.com
