KamiBijak.com, Hiburan – Kemegahan Candi Borobudur berpadu sempurna dengan alunan vokal maestro tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli. Pertunjukan bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour yang digelar di Taman Lumbini, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10/2026) malam tersebut menyuguhkan pengalaman musikal yang memukau bagi ribuan penonton dari dalam maupun luar negeri.
Maestro tenor dunia Andrea Bocelli tampil memukau berlatar belakang siluet megah Candi Borobudur dalam gelaran konser Romanza 30th Anniversary World Tour di Taman Lumbini, Magelang. (Foto: InJourney)
Di bawah langit malam yang dihiasi taburan lampion dan siluet megah candi bersejarah, Bocelli membawakan deretan karya legendarisnya dengan iringan orkestra. Konser ini bukan sekadar perayaan tiga dekade album legendaris Romanza, melainkan juga panggung utama untuk menggaungkan pesan perdamaian dan kemanusiaan bagi dunia.
Harapan Perdamaian dan Duet Manis Bersama Lea Simanjuntak
Pertunjukan seni kelas dunia ini menjadi sangat emosional saat pesan kemanusiaan disuarakan di tengah konflik global yang masih melanda berbagai belahan dunia. Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika Andrea Bocelli berduet dengan penyanyi Tanah Air, Lea Simanjuntak, membawakan lagu legendaris The Prayer.
Sebelum melantunkan bait-bait lagu tersebut, Bocelli secara khusus mengajak seluruh audiens yang hadir untuk mengheningkan cipta serta mendoakan para korban konflik bersenjata. Ia menyampaikan harapannya agar seluruh bangsa di dunia dapat segera terbebas dari ancaman peperangan dan hidup dalam ketenangan.
Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan,
ujar Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menegaskan misi sosial di balik gelaran tersebut.
Misi Sosial dan Penggalangan Dana untuk Anak-Anak
Penyelenggaraan konser ini memperluas makna pertunjukan musik menjadi sarana aksi nyata bagi sesama. Melalui kerja sama dengan Andrea Bocelli Foundation (ABF), pihak penyelenggara menghadirkan program penggalangan dana dengan target menyalurkan 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina serta wilayah terdampak konflik lainnya.
Baca juga:
Andrea Bocelli: Penyanyi Tenor Tunanetra Italia Siap Gelar Konser Tur World Tour di Indonesia
Langkah ini sejalan dengan rekam jejak Bocelli yang konsisten memanfaatkan seni sebagai jembatan kepedulian sosial. Meskipun mengalami keterbatasan penglihatan sejak usia muda, semangat sang maestro dalam memberdayakan generasi muda melalui musik tidak pernah padam.
Andrea Bocelli ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga kini belum dapat merasakannya. Dalam pertunjukan tersebut, salah satu lagu juga didedikasikan untuk kemanusiaan,
tambah Prajna Murdaya.
Kesan Mendalam Penonton dan Rangkaian Tur Turunan
Kehadiran penonton yang memadati area Taman Lumbini membuktikan besarnya antusiasme masyarakat terhadap perpaduan musik klasik dan warisan budaya Indonesia. Pengalaman menyaksikan penampilan penyanyi legendaris berlatar Candi Borobudur memberikan kesan mendalam yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Keberhasilan perhelatan ini turut membuktikan bahwa situs sejarah Indonesia mampu menjadi panggung internasional yang dapat menyatukan berbagai lapisan masyarakat melalui bahasa musik yang universal.
Sengaja datang ke Magelang untuk menikmati pengalaman menyaksikan Andrea Bocelli dengan latar belakang Candi Borobudur. Kesempatan menyaksikan perayaan 30 tahun album Romanza di salah satu situs warisan dunia merupakan pengalaman yang telah lama dinantikan,
ungkap salah satu penonton asal Jakarta, Eva Puspita Sari.
Setelah merampungkan pertunjukan di Borobudur, rangkaian konser maestro asal Italia ini dijadwalkan berlanjut ke lokasi berikutnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026 mendatang. (Fania/Magang)
Sumber: CNN
