Hiburan

Kisah Inspiratif: Dosen Disabilitas Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cum Laude

Kisah inspiratif kembali datang dari dosen disabilitas. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral dengan IPK 4.00.

KamiBijak.com, Hiburan - Kisah inspiratif kembali datang dari dosen disabilitas. Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Dr. Rozi, S.Pi., M.Biotech., seorang dosen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR), untuk menorehkan prestasi akademik yang gemilang. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, ia berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral dengan IPK 4.00 dan predikat cum laude, sekaligus tampil menjadi inspirasi bagi banyak kalangan.

Dalam dialog Momins (Moment Inspirasi) Pro 1 RRI Surabaya edisi Kamis, 18 Juni 2026, ia menceritakan bahwa perjalanannya menempuh pendidikan hingga jenjang doktor, Dr. Rozi menghadapi berbagai tantangan. Namun, dibanding mengeluh ia justru memilih untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Baginya, setiap orang di dunia ini memiliki kesempatan yang sama untuk dapat meraih kesuksesan selama memiliki kemauan dan tekad yang kuat.

Baca juga:

Kisah Inspiratif Disabilitas Netra, Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Menuntut Ilmu

Fokus Jadi Kunci Utama Meraih Gelar Doktor

Menurutnya, salah satu hal yang menjadi kunci utama keberhasilannya adalah menjaga fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai. Ia menilai saat ini banyak orang gagal bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena mereka mudah terdistraksi oleh berbagai hal di luar target yang telah ditetapkan dari awal.

Kunci sukses menurut saya sederhana, yaitu fokus. Ketika kita sudah memiliki tujuan, jangan terlalu banyak melihat hambatan atau membandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada proses, lakukan yang terbaik setiap hari, dan percayalah hasil akan mengikuti,

ucapnya.

Ia juga kembali menegaskan bahwa keterbatasan fisik seharusnya tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Menurutnya, setiap individu pasti memiliki kelebihan yang dapat dikembangkan jika memang mau terus belajar dan bekerja keras.

"Saya percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi keadaan dan tetap konsisten berusaha. Selama masih ada kemauan, selalu ada jalan untuk berkembang. IPK Sempurna ini menurut saya bukan akhir dari pencapaian. Lebih jauh dari itu, saya ingin penemuan dan penelitian saya ini tidak hanya berhenti di bangku akademik saja, namun juga bisa dirasakan manfaatnya hingga di masyarakat," ujarnya.

Baca juga:

Kisah Inspiratif Disabilitas: Keterbatasan yang Menghasilkan Motif Batik Cantik dan Unik

Terus Berkarya dan Menginspirasi Banyak Generasi Muda

Selain aktif sebagai tenaga pengajar di Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Rozi juga masih terus melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dedikasinya di dunia akademik cukup untuk menunjukkan bahwa semangat belajar tidak pernah mengenal batas usia maupun kondisi fisik.

Kisah perjuangan Dr. Rozi tentunya menjadi inspirasi bagi mahasiswa, akademisi, dan masyarakat luas. Ia tidak berhenti untuk terus membagikan pengalaman hidup serta motivasi agar generasi muda tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Baca juga:

Kisah Inspiratif Perempuan dengan Albinisme yang Kini Mengajar Literasi Inklusif

"Jangan takut bermimpi besar. Fokuslah pada tujuan, nikmati prosesnya, dan jangan berhenti belajar. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling sempurna, tetapi siapa yang paling konsisten berjuang," katanya.

Pesan tersebut kiranya dapat menjadi pengingat bagi setiap kita bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kondisi yang dimiliki seseorang, melainkan oleh fokus, ketekunan, dan keberanian untuk mau terus melangkah meski menghadapi berbagai keterbatasan. (Irene)

Sumber: rri.co.id