Hiburan

Kisah Inspiratif Disabilitas: Keterbatasan yang Menghasilkan Motif Batik Cantik dan Unik

Sebagai penyandang disabilitas motorik, Lina membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan mandiri secara ekonomi.

KamiBijak.com, Hiburan - Di balik indahnya corak Batik DRT, siapa sangka ternyata tersimpan perjuangan seorang wanita tangguh bernama Amelina atau yang akrab disapa Mbak Lina. Sebagai seorang penyandang disabilitas motorik, Lina membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan mandiri secara ekonomi.

Awalnya, Lina mulai bergabung dengan Batik DRT pada tahun 2019 setelah melihat lowongan kerja di media sosial yang secara terbuka menerima kaum disabilitas. Tanpa memiliki bekal ilmu membatik sedikitpun, ia tetap memberanikan diri untuk melamar dan belajar dari nol di bawah bimbingan Kang Soni.

"Awalnya sangat sulit karena memegang canting saja saya tidak bisa, tapi melihat Pak Soni begitu cepat menggambar motif, saya menjadi termotivasi untuk bisa," ungkap Lina bercerita dengan penuh semangat. Dukungan dari keluarga menjadi faktor utama yang membuatnya terus bertahan hingga saat ini.

Selama bertahun-tahun, Lina terus belajar memahami berbagai macam teknik, mulai dari menggambar pola hingga proses mencanting yang pada dasarnya membutuhkan ketelitian tinggi. Meskipun saat ini proses pewarnaan dan pelorotan lilin masih menjadi tantangan baginya, Lina sudah merasa lebih percaya diri dibandingkan sebelumnya.

Kini, Lina berhasil menghasilkan motif-motif cantik yang lahir dari imajinasinya sendiri secara acak di atas kain. Ia mengaku lebih senang bekerja di butik, salah satu alasannya karena bisa berinteraksi dengan sesama rekan kerja dan anak-anak magang, yang selalu memberikan suasana kerja yang menyenangkan.

Sebelum mengenal dunia membatik, Lina juga mengaku sebelumnya ia adalah pribadi yang tertutup dan kurang percaya diri saat bertemu orang baru. Namun, akibat pengaruh dari lingkungan kerja yang inklusif di Batik DRT telah mengubah kepribadiannya menjadi lebih terbuka dan berani menunjukkan potensinya.

Lina berharap kisahnya ini dapat menginspirasi teman-teman disabilitas lainnya untuk berani keluar dari zona nyaman dan mulai mencoba hal baru. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak sekadar mengasihani penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan dukungan nyata berupa kesempatan untuk bekerja.

Cita-cita Lina ke depan adalah mampu memiliki usaha mandiri, baik di bidang membatik maupun bidang kreatif lainnya. Baginya, membatik sudah bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan untuk membuktikan bahwa setiap manusia, apa pun kondisinya, pasti memiliki asa yang bisa dilukis menjadi kenyataan. (Irene)

Sumber: rri.co.id