Berita

Iran Hentikan Tunjangan Disabilitas Akibat Krisis Anggaran, Ribuan Warga Terdampak

Iran menghentikan tunjangan disabilitas akibat krisis anggaran, memicu kekhawatiran warga.

Kamibijak.com, Disabilitas - Pemerintah Iran menghentikan pembayaran tunjangan bagi penyandang disabilitas karena keterbatasan anggaran negara. Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan penerima manfaat yang selama ini mengandalkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Penghentian tunjangan disabilitas disebut sebagai dampak dari memburuknya kondisi keuangan pemerintah. Krisis ekonomi yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir membuat anggaran negara berada di bawah tekanan sehingga sejumlah program kesejahteraan sosial ikut terdampak.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/kerjasama-bilateral-iran-indonesia-terkait-penanganan-disabilitas 

Bagi banyak penyandang disabilitas, tunjangan tersebut menjadi sumber pendapatan penting untuk membiayai kebutuhan pokok, seperti makanan, obat-obatan, alat bantu, hingga layanan kesehatan. Hilangnya bantuan itu diperkirakan akan memperberat kondisi ekonomi ribuan keluarga.

Iran telah lama menghadapi tantangan ekonomi yang dipicu oleh inflasi tinggi, pelemahan nilai mata uang rial, serta berbagai tekanan terhadap perekonomian nasional. Situasi tersebut mengurangi kemampuan pemerintah untuk mempertahankan berbagai program bantuan sosial.

Padahal, penyandang disabilitas termasuk kelompok yang membutuhkan dukungan berkelanjutan agar dapat menjalani kehidupan secara mandiri dan berpartisipasi dalam masyarakat. Berkurangnya bantuan pemerintah berpotensi meningkatkan kerentanan ekonomi serta memperluas kesenjangan sosial.

Disabilitas di Iran. Sumber Foto : borgenproject.org

Undang-undang di Iran pada dasarnya mengatur bahwa penyandang disabilitas berhak memperoleh perlindungan dan dukungan dari negara. Namun, implementasi kebijakan tersebut kerap menghadapi kendala, terutama ketika kondisi fiskal pemerintah mengalami tekanan.

Sejumlah pemerhati hak penyandang disabilitas menilai penghentian tunjangan ini dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penerima manfaat. Mereka menegaskan bahwa bantuan sosial bagi penyandang disabilitas merupakan kebutuhan dasar yang tidak seharusnya dikurangi meskipun negara sedang menghadapi kesulitan keuangan.

Selain memengaruhi kebutuhan sehari-hari, penghentian tunjangan juga dikhawatirkan menghambat akses penyandang disabilitas terhadap layanan kesehatan, rehabilitasi, pendidikan, hingga kesempatan kerja. Kelompok ini umumnya memerlukan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan kondisi disabilitasnya.

Baca Juga : 

https://kamibijak.merahputih.com/v/tantangan-biaya-tambahan-penyandang-disabilitas-dan-urgensi-kebijakan-tunjangan-nasional 

Hingga saat ini, pemerintah Iran belum mengumumkan kapan pembayaran tunjangan disabilitas akan kembali dilanjutkan. Belum ada pula informasi mengenai skema bantuan alternatif bagi para penerima yang terdampak kebijakan tersebut.

Perkembangan ini menjadi sorotan berbagai pihak karena menunjukkan besarnya dampak krisis ekonomi terhadap sistem perlindungan sosial. Banyak kalangan berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi agar penyandang disabilitas tetap memperoleh dukungan yang memadai di tengah kondisi ekonomi yang sulit. (Restu)

Sumber: UA News

Restu Lestari
Restu Lestari (Rei) Tuli Content Officer yang berfokus pada pembuatan dan pengelolaan konten seputar disabilitas, pendidikan inklusif, dan isu sosial agar masyarakat menjadi sadar dan peka tentang pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.