KamiBijak.com, Hiburan - Persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81 semakin terasa. Sejumlah warga memilih untuk memanfaatkan momen kemerdekaan ini sebagai waktu mencari penghasilan tambahan. Di pinggir lampu merah, sering kali dijumpai bendera merah putih berukuran kecil, beberapa ornamen kemerdekaan, juga tisu yang sering jadi barang dagangan untuk ditawarkan kepada pengendara.
Salah satunya cerita dari Wandi Kapu, seorang penyandang disabilitas yang mengisi kesehariannya dengan berjualan di pinggir jalan. Wandi tetap semangat dan menikmati pekerjaannya sebagai penjual tisu dan ornamen kemerdekaan, meskipun dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya.
Menjelang momentum kemerdekaan, Wandi punya sebuah harapan yang sederhana namun bermakna. Ia ingin kedepannya Indonesia semakin berhasil dan seluruh masyarakat bisa merasakan kemerdekaan dalam mengambil keputusan hidup.
Semoga semua orang merdeka dalam mengambil keputusan,
ucap Wandi.
Meskipun kalimatnya sederhana, namun terselip harapan besar agar kemerdekaan ini bukan hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki kemampuan atau kesempatan lebih, tapi juga bagi mereka masyarakat kecil, salah satunya ialah dirinya sendiri.
Wandi juga berharap pemerintah bisa lebih cermat dalam memberikan perhatian terhadap pedagang kecil dan penyandang disabilitas. Ia menginginkan sebuah tempat berjualan yang layak agar bisa mencari penghasilan dengan lebih aman dan nyaman.
Di usia Indonesia yang ke-81, harapan yang dilontarkan Wandi menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada sekadar perayaan ornamen merah putih. Lebih dalam, kemerdekaan juga berarti tersedianya kesempatan bagi setiap warga, termasuk penyandang disabilitas, untuk dapat bekerja, menentukan pilihan, serta menjalani kehidupan secara lebih mendiri.
(Irene)
Sumber: rri.co.id
