Berita

60 Pengemudi Ojol Teman Tuli Ikut Pelatihan Keuangan & Safety

Sebanyak 60 pengemudi ojol Teman Tuli di Jabodetabek ikuti pelatihan keuangan dan keselamatan.

KamiBijak.com, Berita – Akses terhadap keselamatan kerja, literasi keuangan, dan jaminan sosial menjadi kebutuhan krusial bagi para pekerja di sektor informal, tidak terkecuali bagi para pengemudi ojek online (ojol) Teman Tuli. Menjawab kebutuhan tersebut, pelatihan khusus digelar untuk membekali puluhan pengemudi ojol Teman Tuli di wilayah Jabodetabek.

Kegiatan yang berfokus pada pengelolaan keuangan, safety riding, dan jaminan sosial ketenagakerjaan ini diselenggarakan oleh Ruang Amal Indonesia bersama IFG Life, serta didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI di Jakarta pada Senin (21/9/2026).

Pelatihan kali kedua bersama IFG Life ini diikuti oleh 60 peserta yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Relawan Indonesia (KOTRI). CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie, menyampaikan bahwa keberadaan pengemudi ojol Teman Tuli di Jabodetabek diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang, sehingga pembekalan keselamatan dan finansial seperti ini sangat krusial untuk mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi mereka di jalanan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Dyah Tri Kumolosari, menegaskan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan prioritas dalam pembangunan Indonesia yang inklusif. Pihaknya ingin memastikan para pengemudi mendapat jaminan keselamatan dan perlindungan sosial yang layak saat bekerja.

Dalam agenda ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teknis keselamatan berkendara (safety riding) dan perencanaan keuangan, tetapi juga edukasi jaminan sosial dengan melibatkan BPJS Ketenagakerjaan serta DPLK IFG Life. Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, turut mengapresiasi kolaborasi ini karena mampu membuka wawasan nyata bagi para pengemudi ojol Teman Tuli.

Kami dari Kemenko PM memberikan penghargaan, penghormatan yang luar biasa kepada kawan-kawan driver ojol. Kami ingin memastikan, ketika teman-teman turun ke jalan itu aman dalam berkendara, dan mendapat akses jaminan sosial ketenagakerjaan,

tegas Dyah.

Upaya memperluas perlindungan dan kapasitas pekerja informal penyandang disabilitas ini sejalan dengan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem kerja mandiri. Langkah ini memperkuat upaya perlindungan pekerja informal.

Baca juga:

Pemerintah Tetapkan Pengemudi Ojol sebagai UMKM, Akses KUR dan Pelatihan Kian Terbuka

Acara ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison, Asisten Deputi Rehabilitasi dan Aksesibilitas Sosial Kemenko PM Gadriyanto Abung, Direktur Kepatuhan IFG Life Rimhalsyah, Ketua Pengurus DPLK IFG Life Samanta Felia, serta perwakilan manajemen BPJS Ketenagakerjaan. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pekerja disabilitas di sektor informal. (Fania/Magang)

Sumber: Republika.co.id

Fania