KamiBijak.com, Hiburan – Panggung seni pertunjukan Indonesia kembali menghadirkan ruang inklusif bagi pengembangan bakat generasi muda dan penyandang disabilitas. Pertunjukan drama musikal bertajuk "Sirena: Air Mata dari Lautan" dijadwalkan tampil pada 9-10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta. Pementasan bertema fantasi yang memadukan cerita kehidupan bawah laut dan daratan ini melibatkan jajaran seniman lintas generasi, talenta cilik, hingga Teman Disabilitas yang turut ambil bagian sebagai pemain pengiring musik pertunjukan.
Keterlibatan para seniman penyandang disabilitas dalam kelompok musik pengiring ini mendapat apresiasi tinggi dari Fatma Saifullah Yusuf selaku istri Menteri Sosial RI. Ia menyampaikan rasa bangga serta harunya saat mengetahui adanya ruang ekspresi yang terbuka luas bagi anak-anak disabilitas di panggung pertunjukan berskala besar.
Tentunya, saya sangat mengapresiasi. Saya juga sangat bangga. Dan, bahkan sangat terharu ketika saya mendengar ada sekitar 7-10 anak disabilitas jadi pemain musik di pertunjukkan tersebut,
tutur Fatma Saifullah Yusuf.
Pementasan yang menargetkan hingga 4.400 penonton dalam empat kali sesi pertunjukan selama dua hari ini juga diperkuat oleh deretan artis kawakan Indonesia. Penyanyi Widi Mulia yang dipercaya memerankan karakter Ratu Kaia membagikan pengalamannya membawa bekal ajaran dari para maestro seni ternama seperti mendiang Didi Petet dan Guruh Soekarnoputra untuk disalurkan kepada para pemeran muda. Bagi Widi, proyek ini menjadi ajakan nyata untuk melangkah bersama tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Ini jadi tantangan tersendiri buat aku. Aku mau kasih lihat kita bisa move forward together. Ini juga yang jadi penyemangat setiap latihan. Aku juga jadi dapat sesuatu yang baru,
ujar Widi Mulia.
Ia menambahkan bahwa pesan utama di balik pementasan ini adalah pentingnya membuka ruang serta hak pendidikan bagi seluruh anak Indonesia untuk berani bermimpi dan menyalurkan imajinasinya secara bebas.
Buka seluas-luasnya akses untuk mengenyam, untuk menyerap pendidikan dan bermimpi, berimajinasi,
tambah Widi Mulia.
Persiapan pementasan Sirena memakan waktu sekitar tiga bulan dengan 28 kali sesi latihan intensif. Mengingat Balai Sarbini bukan merupakan panggung teater khusus, tim produksi menyiasatinya dengan memanfaatkan teknologi multimedia canggih untuk menghadirkan visual fantastis dunia bawah laut secara memukau.
Baca juga:
Teater “Jemari”: Panggung Musikal Tuli Pertama di Indonesia yang Bikin Haru!
Melalui kolaborasi antara talenta muda, seniman profesional, dan Teman Disabilitas, drama musikal "Sirena: Air Mata dari Lautan" diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa kebersamaan dan rasa saling mendukung mampu mengatasi setiap keterbatasan untuk menciptakan karya pertunjukan yang indah. (Fania/Magang)
Sumber: Suara Garut
