Hiburan

Buleleng Luncurkan SIULED, Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Buleleng luncurkan SIULED untuk perkuat layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

KamiBijak.com, Hiburan - Pemerintah Kabupaten Buleleng semakin memperkuat komitmen untuk mewujudkan pendidikan inklusif melalui peluncuran Sistem Informasi Unit Layanan Edukasi Disabilitas (SIULED). Inovasi digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.

Komitmen tersebut juga ditegaskan oleh Bunda Literasi Kabupaten Buleleng saat membuka Sosialisasi dan Peluncuran SIULED yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng secara luring dan daring, langsung dari Ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng, Senin 6 Juli 2026.

Baca juga:

Anak dari Orang Tua Disabilitas Netra, Sifra Wujudkan Mimpi Jadi Dokter di Sekolah Rakyat

Bunda Literasi yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikpora Buleleng, Komang Sudarsana menegaskan pendidikan inklusif seharusnya bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban yang memang harus diwujudkan seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, setiap anak punya hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak tanpa membedakan kondisi maupun latar belakangnya.

"Pendidikan inklusif dimulai dari cara kita memandang anak. Lihatlah setiap anak dengan hati, bukan dengan keterbatasannya. Tidak ada anak yang gagal, yang ada adalah anak yang membutuhkan cara belajar yang berbeda," ujarnya. (blockquote)

Baca juga:

Cara Cek Kampus Penerima Mahasiswa Disabilitas, Calon Maba Wajib Tahu

Ia menjelaskan saat ini terdapat tiga langkah utama dalam memperkuat pendidikan inklusif, yakni dengan membangun budaya sekolah yang ramah dan bebas diskriminasi, memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat, serta aktif menghadirkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan penuh kasih sayang.

Peluncuran SIULED kali ini menjadi bagian dari upaya mendukung langkah tersebut. Melalui sistem ini, proses identifikasi untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, pendampingan, pemantauan perkembangan, hingga koordinasi antar pemangku kepentingan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berbasis data.

"Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara tanpa terkecuali. Karena itu, pendidikan inklusif harus menjadi komitmen bersama demi menciptakan generasi yang berdaya, mandiri, dan berkarakter," ucapnya. (blockquote)

Pihaknya berharap kehadiran SIULED akan mampu memperkuat layanan pendidikan inklusif sekaligus sebagai sarana untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan. Program tersebut juga dipakai untuk mendukung penguatan sumber daya manusia dan pembangunan karakter sesuai arah pembangunan nasional maupun daerah.

(Irene)

 

Sumber: rri.co.id

Irene Nathania Setyanto
Content writer dengan fokus pada isu disabilitas, tips kesehatan, dan berita terkini. Mengutamakan akurasi, sudut pandang yang relevan, serta gaya penulisan yang ringan agar informasi dapat dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara.