KamiBijak.com, Hiburan - Penyelenggaraan acara pameran ARCH:ID 2026 menjadi pembuktian dalam upaya menjaga komitmen untuk menghadirkan pameran yang lebih inklusif dan terbuka bagi masyarakat luas. Menurut Program Director ARCH:ID, Firman S. Herwanto, selama ini komposisi pengunjung dinilai masih terbatas. Padahal, tambahnya, acara arsitektur tidak seharusnya bersifat eksklusif.
“Pengunjung umum seharusnya lebih banyak,” kata Firman, dalam dalam Konferensi Pers ARCH:ID, Kamis, 23 April 2026.
Bukan hanya itu, upaya inklusivitas juga bisa diperkuat melalui kerja sama dengan Komisi Disabilitas Nasional. Dalam proses penyelenggaraannya, aspek aksesibilitas menjadi perhatian, bahkan termasuk dalam penilaian “best booth” yang mempertimbangkan kenyamanan dan kemudahan.
Baca juga:
Perkuat Aksesibilitas di Ruang Publik, KND Monitor Penyediaan Akomodasi bagi Disabilitas
Oleh sebab itu, ARCH:ID terus memperluas akses dengan cara menyediakan ruang publik agar tidak hanya dihadiri kalangan arsitek. Pameran ini mengajak seluruh masyarakat umum untuk berpartisipasi, termasuk keluarga, khususnya pada akhir pekan.
Kurator ARCH:ID 2026, Dhanie Syawalia berharap, pengunjung yang datang juga dapat membawa pulang nilai yang dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari. Selain itu, nilai utama yang ditekankan adalah empati, baik terhadap sesama maupun terhadap disiplin lain dalam proses kolaborasi.
Opening Ceremony ARCH:ID 2026 di ICE BSD City.
Pameran ARCH:ID 2026 sendiri diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia bersama CIS Exhibition. Pameran ini sedang berlangsung pada 23–26 April 2026, di ICE BSD City, Tangerang Selatan. (Irene)
Sumber: rri.co.id
