KamiBijak.com, Hiburan - Setelah resmi terpilih sebagai presiden federasi olahraga disabilitas Asia Tenggara (ASPF) untuk periode kepengurusan 2026-2030, Senny Marbun punya tekad yang kuat untuk memajukan olahraga disabilitas khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Setelah memasuki kepengurusan yang baru, tentunya banyak hal yang perlu dilakukan. Untuk kegiatan yang mendesak dilakukan dalam waktu dekat, APSF kepengurusan yang baru akan menyelesaikan seluruh dokumen dari kepengurusan yang lama. Selain itu, kantor kesekretariatan APSF yang sebelumnya berlokasi di Thailand akan dipindahkan ke Indonesia.
Tak ketinggalan, kepengurusan APSF periode 2026-2030 memiliki tugas untuk mendampingi anggotanya yang akan bertarung dalam ajang ASIAN Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada bulan Oktober mendatang. Dan, yang paling dinantikan adalah pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara, yakni ASEAN Para Games 2027 yang akan dilangsungkan di Malaysia.
Baca juga:
Terpilih Sebagai Presiden APSF, Senny Marbun Siap Majukan Olahraga Disabilitas Asia Tenggara
APSF Siapkan Banyak Terobosan
Teo-Koh Sock Miang selaku wakil presiden bidang olahraga dan teknis mengungkapkan rencana APSF, berkaitan dengan program jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu hal yang coba dilakukan adalah menyelenggarakan single event di negara-negara yang olahraga disabilitasnya belum berkembang.
Kita harus mengakui bahwa masih ada negara-negara yang belum siap dan belum mampu menyelenggarakan kompetisi multievent yang mencakup banyak cabang olahraga. Maka kita akan mendorong negara-negara tersebut untuk menggelar single event, agar bidang-bidang yang lain ikut terangkat, seperti misalnya klasifier-nya, tenaga teknis lapangan atau leadership-nya, melalui sejumlah pelatihan-pelatihan. Jadi pada intinya kita bisa maju bersama-sama,
kata Teo-Koh Sock Miang.
APSF di Grand Ballroom Hotel Alila Solo, Sabtu (6/6/2026). (foto: dok. NPC Indonesia)
Terobosan lain yang juga coba untuk dilakukan kepengurusan baru APSF, yakni menyelenggarakan multievent olahraga khusus untuk generasi muda. Keberadaan kompetisi ini memungkinkan setiap negara anggota APSF melakukan regenerasi atlet.
Kita harus sadar untuk mulai memperhatikan generasi berikutnya, agar tidak terjadi generation gap. Kita mulai memikirkan untuk bisa menyelenggarakan youth games. Jadi, kejuaraan untuk atlet-atlet pemula atau atlet muda,
jelas Teo-Koh Sock Miang.
APSF EXECUTIVE COMMITTEE 2026–2030
Presiden
- Senny Marbun (Indonesia)
Wakil Presiden
- Dr Teo-Koh Sock Miang (Singapore) – Sports and Technical Committee
- Michael Barredo (Philippines) – Media and Communications Committee
- Dr Than Than Htay (Myanmar) – Medical and Sports Science Committee
- H.E. Yi Veasna (Cambodia) – Development and Strategic Management Committee
Sekretaris Jenderal
- Sukanti Rahardjo Bintoro (Indonesia)
Bendahara
- Ali Yusri Abdul Ghafor (Brunei Darussalam)
(Irene)
Sumber: Press Release NPC Indonesia
