Travel

Transformasi SCBD dari Kawasan Kumuh Menjadi Pusat Bisnis Mewah di Jakarta

SCBD berkembang dari kawasan kumuh menjadi pusat bisnis elite dengan fasilitas modern.

KamiBijak.com, Travel - Kawasan SCBD atau Sudirman Central Business District dikenal sebagai salah satu area perkantoran bergengsi di Jakarta. Wilayah yang berada di Jakarta Selatan ini menjadi lokasi bagi banyak perusahaan besar dan dipandang sebagai pusat bisnis serta perdagangan. Aktivitas usaha di kawasan tersebut tidak hanya mencakup skala nasional, tetapi juga menjangkau tingkat internasional. Karena itu, pertumbuhan ekonomi di SCBD berlangsung sangat pesat dan terus mengalami peningkatan signifikan.

 

Banyak masyarakat menjadikan kawasan ini sebagai tempat kerja impian karena identik dengan kemewahan dan nuansa glamor. Kehadiran gedung pencakar langit, fasilitas modern, hingga berbagai landmark turut menjadi daya tarik tersendiri yang membuat SCBD semakin diminati.

 

Di balik citra mewah yang dimiliki SCBD, terdapat sejumlah fakta menarik mengenai kawasan tersebut. Selain dikenal sebagai pusat bisnis, wilayah ini ternyata dulunya merupakan kawasan kumuh di Jakarta Selatan. Berikut sejumlah fakta mengenai kawasan SCBD yang perlu diketahui.

Baca juga:

8 Tempat Makan Murah di SCBD yang Enak dan Wajib Dicoba

  • Area Perkantoran Sekaligus Bisnis di Jakarta

SCBD atau Sudirman Central Business District merupakan salah satu pusat bisnis terbesar yang ada di Jakarta. Sebagai area bisnis, kawasan ini dipenuhi oleh pelaku usaha dari kalangan menengah hingga kelas atas. Letaknya pun dinilai strategis karena berdekatan dengan sejumlah kawasan penting lainnya.

 

  • Awalnya merupakan kawasan kumuh

Pembahasan mengenai perkembangan SCBD tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarahnya yang panjang. Saat ini, banyak orang memandang SCBD sebagai kawasan elite di Jakarta dengan kesan eksklusif yang kuat. Namun, sebelum berkembang menjadi seperti sekarang, wilayah tersebut ternyata merupakan kawasan kumuh.

 

Perencanaan pembangunan kawasan SCBD dimulai pada periode 1987 hingga 1992 melalui penyusunan master plan oleh PT Danayasa Arthatama. Setelah rancangan tersebut selesai dibuat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan mandat kepada PT Danayasa Arthatama untuk melakukan penataan kawasan hingga berubah menjadi seperti saat ini.

 

  • Lokasi yang Strategis

Peta Lokasi SCBD (Foto: Skai Works)

Perubahan kawasan SCBD dari wilayah kumuh menjadi pusat bisnis dinilai sangat strategis. Tidak hanya menghadirkan pusat bisnis, kawasan ini juga dilengkapi pusat perdagangan. Secara geografis, SCBD memiliki posisi yang menguntungkan karena berada dekat dengan sejumlah kawasan penting seperti Thamrin, Senayan, dan Kuningan.

 

  • Banyak Gedung Penting

Wilayah seluas lebih dari 45 hektar ini terbagi ke dalam 25 lot. Sekitar 13 hektar lahannya dimanfaatkan sebagai jalan dan ruang terbuka hijau. Selain itu, kawasan ini juga menjadi lokasi berdirinya sejumlah gedung penting, seperti Pacific Place sebagai pusat perbelanjaan dan Artha Graha yang digunakan oleh perusahaan nasional maupun multinasional.

 

  • Transportasi Umum yang Mendukung

Shuttle Bus SCBD (Foto:SCBD)

Ketersediaan transportasi menjadi salah satu fasilitas penting yang dibutuhkan di pusat bisnis dengan mobilitas tinggi seperti SCBD. Kawasan ini memiliki dukungan transportasi umum yang cukup lengkap. Sejumlah akses transportasi publik yang tersedia di SCBD di antaranya BRT Transjakarta dan MRT atau Mass Rapid Transit.

 

Perjalanan SCBD dari kawasan kumuh hingga berubah menjadi kawasan elite menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Didukung berbagai fasilitas penunjang serta akses transportasi yang mudah, kawasan ini menawarkan lingkungan yang mendukung berbagai aktivitas bisnis.(Athar/Magang)

 

Sumber: Ray White