KamiBijak.com, Hiburan - Di balik gemuruh soal industri minyak dan gas nasional, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Satu Sumatra justru gencar menunjukkan komitmen nyata dalam merangkul kelompok rentan. Dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Jakarta, PHR turut memboyong produk kopi hasil karya para penyandang disabilitas binaan mereka ke pameran kelas dunia, Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam kesempatan ini, kehadiran unit usaha bernama Inklusi Coffee yang dikembangkan di Rumah Kreatif Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, sukses mencuri perhatian para pengunjung pameran industri hulu migas tersebut.
Direktur Utama dari PHR Regional Satu, Muhamad Arifin, menjelaskan lebih lanjut bahwa bagi perusahaan, menjaga ketahanan energi nasional harus terus berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk dengan cara memberikan ruang produktif bagi para kaum disabilitas.
Kehadiran PHR di IPA Convex dua ribu dua puluh enam menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun di sisi lain, kami juga berkomitmen memastikan masyarakat di wilayah operasi, termasuk kelompok rentan, mendapatkan dampak positif yang berkelanjutan,
jelas Muhamad Arifin.
Baca juga:
Selain hadir dan mempromosikan kedai kopi ramah disabilitas dari Aceh, PHR juga menampilkan beragam inisiatif ekonomi kreatif yang berbasis pada budaya lokal dari wilayah kerja lainnya. Di Zona Rokan misalnya, perusahaan selalu konsisten mengembangkan Brand Mandau untuk memberdayakan kelompok perempuan melalui produksi kerajinan Batik Mandau.
Sementara di Zona Empat Sumatra Selatan, PHR juga menginisiasi Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Kabupaten Muara Enim. Program ini terbukti berhasil dalam mengintegrasikan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dengan pengolahan limbah bambu serta membuat kain batik lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.
Melalui langkah ini, PHR secara tidak langsung mengirimkan pesan kuat kepada pelaku industri global bahwa keberhasilan operasional yang dapat dicapai sebuah perusahaan migas tidak hanya diukur dari besarnya volume produksi harian, melainkan juga dari seberapa besar kepedulian sosial yang diwujudkan nyata bagi masyarakat sekitar. (Irene)
Sumber: rri.co.id
