KamiBijak.com, Hiburan - Sejak awal berdiri pada tahun 2007, Rumah Singgah Disabilitas Mandiri (RUMSIDISMA) telah terbentuk menjadi ruang sekaligus rumah harapan bagi para penyandang disabilitas untuk bangkit dan hidup mandiri.
Lembaga ini awalnya digagas langsung oleh Paini, seorang penyandang disabilitas fisik sejak lahir, yang punya tekad kuat untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap kondisi disabilitas. Berawal dari banyaknya keterbatasan, RUMSIDISMA mulai tumbuh sebagai wadah pemberdayaan yang selalu mengedepankan semangat, kerja keras, dan keyakinan akan potensi diri.
Paini sebagai pendiri dari Rumah Rumah Singgah Disabilitas Mandiri (RUMSIDISMA) mengatakan, "Kami memiliki visi besar untuk mewujudkan penyandang disabilitas yang mandiri, berdaya, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai misi, seperti pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, penguatan kepercayaan diri, hingga membangun kesetaraan dan menghapus stigma diskriminatif" ujar Paini di saat di wawancara di acara Obrolan Komunitas di RRI Pro 4 Jakarta, Selasa, 7 April 2026 melalui sambungan telefon.
Disamping itu, RUMSIDISMA juga terus aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak demi mendukung keberlanjutan program kemandirian bagi para binaannya.
Saat ini, terhitung ada 14 binaan yang aktif di RUMSIDISMA, 7 di antaranya terlibat langsung dalam kegiatan di Kedai Inspirasi. Beragam aktivitas produktif telah dijalankan, mulai dari memproduksi tujuh jenis kue kering, membuat sambal pecel, telur asin, hingga usaha jasa seperti pijat dan totok saraf bagi disabilitas netra.
Bukan hanya itu, terdapat pula kegiatan lain seperti rekondisi kursi untuk penyandang disabilitas tuli. Semua kegiatan ini tentu menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu.
Kedai Inspirasi juga menjadi etalase kreativitas para binaan RUMSIDISMA. Di tempat ini, terdapat berbagai produk hasil karya penyandang disabilitas yang dipasarkan dan dipamerkan, mulai dari makanan hingga aksesori.
Paini sendiri berharap Kedai Inspirasi kedepannya dapat terus berkembang dan diperluas agar mampu menampung lebih banyak individu disabilitas yang ingin belajar dan mandiri. Meskipun saat ini kondisi dan keadaaan tempat tinggal RUMSIDISMA masih jauh dari kata layak, semangat para pengelola dan binaan tidak pernah surut. “Kami percaya, selalu ada jalan dan pertolongan dari Allah untuk setiap usaha yang tulus,” ungkap Paini.
Selama hampir dua dekade, RUMSIDISMA telah berhasil membina sekitar 150 penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia yang kini mampu hidup mandiri, bahkan beberapa dari mereka sukses meraih prestasi hingga tingkat nasional dengan medali emas.
Berbagai penghargaan pun telah berhasil diraih, termasuk penghargaan dari tingkat nasional, Kartini Award, hingga apresiasi dari Presiden pada tahun 2012. RUMSIDISMA terus optimis menatap masa depan dengan harapan besar dapat menjadi pusat pendidikan nonformal bagi penyandang disabilitas di Indonesia, sekaligus menghapus stigma negatif tentang disabilitas adalah beban, dan menggantinya dengan keyakinan baru bahwa mereka adalah individu dengan potensi luar biasa yang layak diberi ruang dan kesempatan. (Irene)
Sumber: rri.co.id
