KamiBijak.com, Berita – Sebanyak lebih dari 100 atlet disabilitas dari pelbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalsel. Ajang kompetisi olahraga daerah tersebut mempertandingkan cabang olahraga para atletik dan para panahan yang berlokasi di Kantor Sekretariat NPCI Kalsel, Banjarbaru. Pelaksanaan Kejurprov ini dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem pembinaan sekaligus mengevaluasi performa atlet disabilitas pada dua cabang olahraga unggulan daerah.
Pemerintah Daerah melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel menilai ajang ini sangat penting untuk mengukur efektivitas program latihan rutin yang telah berjalan. Cabang olahraga para atletik dan para panahan secara khusus dipilih dalam Kejurprov kali ini karena merupakan cabang lumbung medali yang berpotensi menyumbang prestasi besar bagi Kalsel di tingkat nasional.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel, Pebriadin Hapiz, menyampaikan bahwa ajang kejuaraan ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi atlet pada nomor-nomor pertandingan unggulan.
Hari ini kita membuka kegiatan Kejurprov untuk teman-teman yang berada dalam ekosistem atlet disabilitas. Kita berharap melalui kegiatan ini bisa mengevaluasi pembinaan yang selama ini berjalan,
ujar Pebriadin Hapiz sewaktu menyampaikan sambutannya.
Guna mempertahankan serta meningkatkan capaian prestasi daerah di tengah ketatnya persaingan olahraga disabilitas nasional, Dispora Kalsel mendorong agar proses pembinaan ke depan mulai mengadopsi pendekatan sport science. Penerapan teknologi ilmiah keolahragaan ini diharapkan mampu membuat pola latihan serta peningkatan performa para atlet dapat diukur secara presisi.
Baca juga:
Membanggakan! Indonesia Berhasil Raih 6 Medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026
Sementara itu, dari ranah teknis pertandingan, Kejurprov NPCI Kalsel mempertandingkan 14 nomor untuk cabang para atletik khususnya nomor tolak lempar, serta empat nomor pertandingan untuk cabang para panahan. Hasil akhir performa para peserta dalam kejuaraan ini akan dijadikan tolok ukur utama bagi pengurus dalam menentukan keberlanjutan program pembinaan atlet untuk musim mendatang.
Ketua Umum NPCI Kalsel, Sumansyah, menjelaskan bahwa evaluasi ketat ini berlaku bagi seluruh atlet binaan agar tercipta persaingan yang sehat dan kompetitif.
Bisa saja atlet yang sudah dibina dan dilatih selama sembilan bulan ternyata tidak mengalami kemajuan. Kemudian ada atlet dari kabupaten atau kota yang mampu melebihi limitnya, sehingga berpotensi menggantikan atlet yang sebelumnya masuk program pembinaan pada 2027,
jelas Sumansyah saat memaparkan mekanisme seleksi.
Melalui penyelenggaraan Kejurprov secara konsisten, NPCI Kalsel bersama Pemda setempat optimistis dapat menjaring bibit-bibit atlet disabilitas potensial dari daerah. Pembinaan terukur dan solidaritas antar pengurus di tingkat kabupaten/kota diharapkan mampu menjaga reputasi Kalsel sebagai salah satu daerah pencetak atlet disabilitas berprestasi di kancah nasional. (Fania/Magang)
Sumber: Diskominfomc.kalselprov.go.id
