KamiBijak.com, Berita – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyalurkan bantuan alat bantu bagi anak-anak penyandang disabilitas. Penyerahan bantuan ini berlangsung pada acara puncak peringatan HAN 2026 di Aula Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (23/7/2026).
Foto bersama Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman (tengah) beserta jajaran dengan anak-anak penerima bantuan dalam gelaran acara puncak Hari Anak Nasional 2026 di Aula Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Banten, Kamis (23/7/26). Sumber Foto: Diskominfo Kota Tangerang
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, menuturkan bahwa penyaluran alat bantu ini merupakan bentuk dukungan nyata dalam memperkuat komitmen pemenuhan hak anak disabilitas. Bantuan yang diberikan mencakup puluhan kursi roda serta sepatu Ankle Foot Orthosis (AFO) untuk penderita cerebral palsy.
Selain penyerahan bantuan, momen HAN 2026 ini juga diwarnai dengan penyampaian 15 poin tuntutan Suara Anak oleh Forum Anak Kota Tangerang (FAKT). Menanggapi hal tersebut, Pemkot Tangerang berjanji akan mengakomodasi aspirasi anak-anak melalui program kerja di berbagai dinas terkait.
Ada 15 poin yang intinya merupakan tuntutan kepada pemerintah bagaimana menciptakan lingkungan anak yang aman dan nyaman. Insyaallah dengan berbagai pelaksanaan program dan kegiatan di dinas-dinas, akan kita akomodasi karena ini merupakan hak anak-anak,
ujar Herman Suwarman.
Di saat yang sama, Pemkot Tangerang terus berupaya mengoptimalkan predikat Kota Layak Anak (KLA). Setelah berhasil meraih predikat KLA Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Pemkot Tangerang kini menargetkan peningkatan menuju tingkat KLA Utama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian, menegaskan bahwa pencapaian KLA membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan unsur pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, akademisi, dan media.
Untuk mewujudkan Kota Layak Anak dan meningkatkan ke tingkat Utama, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita memerlukan dukungan pentahelix, termasuk masyarakat, akademisi, dan rekan-rekan media untuk menyampaikan informasi serta mengawal pembangunan yang ramah anak,
terang Tihar Sopian.
Untuk memperkuat upaya perlindungan di tingkat akar rumput, Pemkot Tangerang juga mengoptimalkan peran Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) hingga tingkat RT dan RW. Keberadaan PATBM diharapkan menjadi sarana deteksi dini dalam mencegah tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan di lingkungan setempat.
Melalui kolaborasi terpadu ini, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan kota yang inklusif, aman, serta mendukung tumbuh kembang seluruh anak tanpa terkecuali. (Fania/Magang)
Sumber: tangerangkota.go.id
