Hiburan

Sabun Batang atau Sabun Cair? Ini Jawaban Mengejutkan Sesuai Jenis Kulitmu

Perbedaan sabun batang dan sabun cair, kelebihan, kekurangan, dan tips memilih sesuai jenis kulit.

KamiBijak.com, Hiburan - Sabun mandi menjadi produk perawatan yang hampir selalu digunakan setiap hari. Di pasaran, sabun umumnya hadir dalam dua bentuk utama, yakni sabun batang dan sabun cair. Meski fungsinya sama-sama membersihkan kulit dari kotoran dan minyak, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini berasal dari bahan, proses pembuatan, hingga kandungan di dalamnya, yang pada akhirnya memengaruhi manfaat bagi kulit.

Sabun Batang

Sabun batang dibuat melalui proses saponifikasi, yaitu reaksi kimia antara minyak atau lemak dengan alkali. Proses ini membutuhkan waktu cukup lama hingga beberapa minggu agar sabun benar-benar matang dan stabil. Karena berbentuk padat, sabun batang umumnya memiliki konsentrasi bahan yang lebih tinggi dan minim tambahan zat lain.

(Foto : Freepik)

 

Kelebihan sabun batang:

  • Komposisinya relatif sederhana dan tidak banyak bahan tambahan.

  • Tidak membutuhkan banyak pengawet karena kandungan airnya rendah.

  • Lebih tahan lama dan ekonomis jika digunakan dengan benar.

Kekurangan sabun batang:

  • Memiliki pH yang cenderung tinggi, sekitar 9–10.

  • pH yang tinggi dapat membuat kulit terasa kering atau tertarik, terutama pada kulit sensitif.

 

Sabun Cair

Berbeda dengan sabun batang, sabun cair diproduksi melalui proses yang lebih singkat dan mengandung air sebagai bahan utama. Formulanya biasanya diperkaya dengan pelembap, bahan pengondisi, serta zat aktif tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

(Foto : Getty Images/iStockphoto/fizkes)

 

Kelebihan sabun cair:

  • Teksturnya lembut dan pH-nya lebih mendekati pH alami kulit.

  • Tersedia dalam berbagai varian untuk kebutuhan spesifik, seperti kulit kering, berjerawat, atau mudah mengelupas.

  • Dikemas dalam botol tertutup sehingga lebih higienis dan minim risiko kontaminasi.

Kekurangan sabun cair:

  • Membutuhkan pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

  • Umumnya menggunakan kemasan plastik yang berpotensi menambah limbah lingkungan.

 

Kapan Sebaiknya Menggunakan Sabun Batang atau Sabun Cair?

Sabun batang cocok untuk kamu yang memiliki alergi terhadap bahan tertentu karena formulanya cenderung lebih sederhana. Sabun batang berbahan alami dan berlabel hipoalergenik juga bisa menjadi pilihan aman bagi kulit sensitif, selama disimpan di tempat kering agar tetap higienis.

Sementara itu, sabun cair lebih direkomendasikan saat kulit terasa sangat kering, kasar, atau bersisik. Kandungan pelembapnya membantu menjaga kelembapan kulit lebih lama. Sabun cair dengan formula khusus juga sering dianjurkan bagi pemilik kondisi kulit tertentu seperti rosacea, psoriasis, atau jerawat, serta bagi yang ingin mendapatkan efek eksfoliasi ringan.

Kandungan Sabun yang Dianjurkan

Agar manfaat sabun lebih optimal, perhatikan beberapa bahan berikut:

  • Gliserin, untuk menjaga kelembapan alami kulit.

  • Minyak esensial seperti lavender, kelapa, almond, atau mawar.

  • Lactic acid atau salicylic acid untuk membantu pengelupasan lembut.

  • Shea butter dan coconut butter, yang sering ditemukan pada sabun hipoalergenik.

Bahan yang Sebaiknya Dihindari

Hindari sabun dengan kandungan antibakteri keras seperti triclosan, paraben, serta parfum berlebihan, terutama jika kulitmu sensitif atau mudah iritasi.

Baik sabun batang maupun sabun cair sama-sama efektif membersihkan kulit. Pilihan terbaik sangat bergantung pada kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing. Kulit sensitif bisa lebih cocok dengan sabun batang yang sederhana, sementara kulit kering atau bermasalah umumnya lebih terbantu dengan sabun cair berformula khusus. (Restu)

Sumber : Wolipop