Hiburan

Pengaruh Perspektif Agama dan Budaya dalam Memandang Kondisi Disabilitas

Perspektif agama dan budaya sering memengaruhi cara masyarakat memandang seseorang yang terlahir dengan disabilitas.

KamiBijak.com, Hiburan - Perspektif yang muncul terhadap disabilitas kerap dipandang dari berbagai sudut, seperti dilihat dari pendekatan medis, sosial, hingga agama. Pandangan tersebut sering kali menjadi dasar awal masyarakat dalam memahami kondisi disabilitas.

Dalam praktiknya, pandangan keagamaan mengenai disabilitas ternyata kerap tumpang tindih dengan budaya atau adat lokal. Hal ini tentunya memengaruhi cara masyarakat memandang seseorang yang terlahir dengan disabilitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Helma Nuraini, S.Psi., M.Pd., pada acara Ruang Disabilitas dan Inklusi di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 7 Maret 2026.

"Pada dasarnya agama mengajarkan kasih sayang dan tidak memandang seseorang dari sisi fisik semata," ujarnya.

Helma menambahkan, ajaran agama atau teologi, atau dalam Islam biasanya dikenal dengan konsep ketauhidan, dapat memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap kondisi disabilitas. Menurutnya, pemahaman tersebut berpotensi dapat mengubah paradigma masyarakat agar lebih inklusif.

"Tetapi ini lebih kepada bagaimana interpretasi dan paradigma masyarakat, karena hingga saat ini masih ada yang memandang disabilitas secara negatif," ujarnya. "Contohnya ketika artis Dewi Yull melahirkan anak dengan disabilitas, muncul anggapan di masyarakat bahwa orang tuanya pernah melakukan dosa tertentu." (Irene)

Sumber: rri.co.id