Hiburan

Pahami Perbedaan Alat Bantu Mobilitas dan Kemandirian bagi Disabilitas Daksa

Alat bantu mobilitas sendiri terdiri dari kursi roda, kursi roda otomatis, kruk. Walker dan rollator serta sepeda adaptif.

KamiBijak.com, Hiburan - Disabilitas daksa adalah sebuah kondisi disabilitas fisik berupa gangguan gerak akibat kelainan neuromuskular atau struktur tulang (cerebral palsy, amputasi, polio) dilansir dari Halodoc.com. Menurut berbagai sumber, seorang teman daksa merupakan individu yang mengalami gangguan fisik atau memiliki keterbatasan fungsi gerak tubuh, tulang, sendi, otot, atau saraf yang menetap, yang kemudian memengaruhi kemampuan untuk bergerak atau berkoordinasi. Secara kecerdasan, penyandang tuna daksa umumnya tetap sama dengan orang normal, mereka hanya mengalami hambatan pada mobilitas fisik.

Penanganan kondisi disabilitas daksa ini dapat ditangani dengan terapi baik secara fisik dan okupasi serta alat bantu seperti kursi roda. Ada beberapa jenis alat bantu bagi penyandang tuna daksa. Alat bantu tersebut terdiri dari alat bantu mobilitas dan alat bantu kemandirian.

Alat bantu mobilitas sendiri terdiri dari kursi roda, kursi roda otomatis, kruk. Walker dan rollator serta sepeda adaptif.

  1. Kursi Roda (Wheelchair) adalah sebuah kursi roda standar maupun khusus (dengan sandaran tangan, kaki, dan meja) untuk membantu pergerakan disabilitas daksa.
  2. Kursi Roda Otomatis merupakan kursi roda yang dapat dikontrol menggunakan smartphone melalui Bluetooth/Arduino. Alat ini dikembangkan di Universitas Negeri Makassar.
  3. Kruk (Crutches) yaitu tongkat ketiak yang sering digunakan untuk menopang tubuh. Alat ini dikembangkan di Universitas Dian Nuswantoro.
  4. Walker & Rollator, sebuah alat bantu jalan dengan rangka yang dapat memberikan stabilitas, sebagaimana dijelaskan oleh OneMed Store.
  5. Sepeda Adaptif atau Handbike yaitu Sepeda roda tiga yang harus digerakkan dengan tangan. Alat ini pertama kali diinisiasi oleh Yayasan Sepeda Adaptif Indonesia.

Selain itu, ada juga alat bantu kemandirian yang terdiri dari dr-MATE, automatic fit baby carrier dan toilet disabilitas.

  1. dr-MATE (Dressing Mate) merupakan alat untuk membantu disabilitas daksa dalam berpakaian (baju/celana) dengan kontrol suara atau aplikasi. Alat ini adalah inovasi dari Universitas Surabaya (UBAYA).
  2. Automatic Fit Baby Carrier (Artefak) yaitu gendongan bayi otomatis untuk ibu tuna daksa. Teknologi ini dikembangkan dengan teknologi Arduino.
  3. Toilet Disabilitas adalah sebuah fasilitas toilet yang disesuaikan (aksesibel) untuk memenuhi kebutuhan pengguna kursi roda.

 (Irene)

Sumber: rri.co.id